nhk

MotoGP 2016 Jelang Assen: Unggul 22 Poin, Marquez Tetap ‘Takut’ Pada Rossi

ManiakMotor – Akselerasi motornya belum sembuh, membuat Marc Marquez belun tenang.  Memang berada di puncak klasemen setelah GP Catalunya, namun itu belum apa-apa. Selisih  10 angka dengan Jorge Lorenzo dan 22 angka dengan Valentino Rossi, sama sekali belum bisa santai.

Seperti diketahui, Marquez memimpin poin dengan susah payah mengakali akselerasi motornnya dengan cara bawa. Lihat saja pengeremannya sangat dekat tikungan untuk mensejajarkan kecepatan. Cara bawa yang riskan, tapi juistru sampai saat ini dibanding dua lawannya, dia baru sekali gagal dalam 7 seri lalu.  “Jika mereka (Yamaha) finish 1-2 dan saya hanya ketiga, maka bedanya makin tipis. Selisih poin saat ini bukan apa-apa meskipun tentu lebih baik punya poin lebih dari pada tidak,” ucap MM yang meluangkan waktu kosongnya dengan sesi foto-foto bak seorang model di Ibiza, sebuah destinasi wisata keren di Spanyol.

Ia memprediksi perburuan gelar antara mereka bertiga akan ketat hingga akhir musim nanti. Meski saat ini poin JL lebih banyak 12 daripada poin The Doctor, MM menilai kesempatan Rossi menyodok sangat besar di beberapa seri berikutnya.  Apalagi di Assen, Belanda yang dalam kondisi payah saja, Rossi bisa juara. Nah kalau kalimat terakhir ini suara dari maniakmotor.com.

Ia akui JL sangat cepat jika mendapatkan setingan yang baik pada M1-nya. Kalau sudah begitu dia sulit ditandingi. Secara umum, lanjutnya, JL lebih kencang daripada Rossi meski sama-sama menunggang M1. Itu kata Marquez loh, bukan kata portal ini.

“Tapi, Valentino adalah pembalap yang punya banyak pengalaman. Ia paham benar bagaimana menggunakan motornya dan keterampilannya.  Sehingga dapat keuntungan dalam situasi tertentu. Meskipun bukan pembalap tercepat, namun performa Valentino saat balapan sudah terbukti bisa melabrak rider tercepat,” imbuh Marquez lagi.

Satu hal lagi kelebihan Rossi dibandingkan Lorenzo, katanya, bahwa penampilan Rossi sangat konsisten sepanjang balapan. Dalam banyak kasus, justru konsistensi itu yang menjadi poin plus. Konsistensi yang tercipta dari kejelian VR46 meracik strategi dan menerapkannya sepanjang balapan. “Itu kerena pengalaman. Sudah 7 seri balapan musim ini, selisih poin dari 3 rider teratas kurang dari 25 poin. Sepertinya akan ketat dalam seri berikutnya,” tandas Marquez. 

Ya, memang akan ketat jika sampai joki M1 finish1-2 di Assen pada 26 Juni nanti. Apalagi jika yang finish 1 adalah Rossi maka rivalitas mereka bertiga jadi semakin riuh. Asyik, syik… Andro

BACA JUGA

Klasemen MotoGP 2016, Moto2 2016, Moto3 2016

MotoGP 2016 Jelang Assen: Ngekor The Doctor, Lorenzo Jajal Mobil F1

MotoGP 2016 Jelang Assen: Lorenzo Tuding Michelin dan Acung Jempol pada Manajemen Ban Rossi

MotoGP 2016 Jelang Assen: Honda Nggak Adil Pada Pembalapnya?

MotoGP 2016 Jelang Assen: Aha..Suzuki Punya 2 Calon Pendamping Andrea Iannone, Ini Dia Pembalapnya

BAGIKAN