nhk

MotoGP 2016 Jelang Austria: Bos Yamaha Gundah, Berat Buat Rossi dan Lorenzo Kejar Point

ManiakMotor – Tinggal 9 sisa balapan musim ini. Dalam hitung-hitungan poin, pastinya sangat berat mengejar Marc Marquez yang unggul 48 angka atas Jorge Lorenzo dan 59 poin atas Valentino Rossi. Hanya kesialan yang bisa gagalkan MM mencaplok gelar 2016.

Sialnya, justru joki Yamaha yang banyak sialnya dalam separoh musim pertama. Begitu banyak kehilangan angka padahal paket teknis M1 musim ini dinilai lebih mumpuni ketimbang RC213V. Itu kelihatan langsung di lapang dan cerita masing-masing jokinya. Tapi ternyata pemain Yamaha over percaya diri. Beda dengan Marquez yang justru hitung-hitungannya lebih jalan saat tertinggal point dari Lorenzo dan saat kemarin memimpin.

Bos Yamaha Lin Jarvis pun gundah dengan kenyataan itu. Ia bilang butuh keberuntungan untuk mengambil alih posisi MM di pucuk klasemen. “Keadaan saat ini sangat sulit. Kami tetap harus bertempur, berjuang keras, sembari berharap ada keberuntungan. Harus kalahkan Marquez sebanyak mungkin dan menghindari kesalahan-kesalahan seperti parum musim lalu,” kata Jarvis yang masih mencoba tenang meski timnya sudah berada di ujung tanduk.

Omongan yang disebut keberuntungan dari bos Yamaha itu ada maknanya. Ya seperti berharap  Marquez dapat sial.  Tentu bukan mendoakan agar MM klontang secara terbuka, tapi hanya itulah yang bisa membalik situasi. Di saat sama joki Yamaha harus konsisten memenangi sisa balapan.

Jarvis memang masih bersemangat omong seperti itu. Tapi, ia juga sadar, bila Marquez tetap konsisten podium seperti paruh musim lalu, maka tetap sulit bagi JL dan VR bersaing di kejuaraan dunia. Selisih poin saat ini sudah terlampau besar untuk dikejar hanya dalam 9 seri. “Hampir mustahil, tapi semua bisa berubah dan segala kemungkinan bisa terjadi seperti lomba-lomba sebelumnya,” imbuh team principal Movistar Yamaha itu untuk menghibur diri.

Ya, mungkin saja Rossi dan Lorenzo juara bergantian, dan mungkin saja apesnya Marquez datang di paruh kedua, mungkin juga ada saatnya Marquez terapkan strategi yang salah, dan mungkin…mungkin lainnya yang mungkin saja tak mungkin terjadi hehehe! 

Emangnya bisa menang dengan hanya berharap dan berharap? Emangnya lagi, apa iya MM tak mengantisipasi semua kemungkinan itu termasuk mengakali keunggulan spek M1 yang lebih mantap tahun ini? Ingat ya, dia sudah menang dua seri dari Rossi. Maksudnya dua kali nggak tampi di balap saja dia masih unggul 9 point. Sedang dengan Lorenzo unggul satu seri lebih. Andro  

BACA JUGA

MotoGP Austria 2016 Jelang : Lorenzo Mantab Bela Ducati 2017 Karena Ini

MotoGP Austria 2016 Jelang : Lorenzo Mantab Bela Ducati 2017 Karena Ini

MotoGP 2016 Jelang Austria: Lorenzo Pusing Cari Cara Kejar Point Marquez

MotoGP Austria 2016 Jelang : Stefan Bradl Tinggalkan MotoGP, Tahun Depan Pacu Honda

MotoGP Austria 2016 Jelang: Capek Merayunya, Balap Atau Tidak, Terserah Stoner..!

BAGIKAN