nhk

MotoGP 2016 Jelang Motegi: Marquez Bidik Juara Dunia Di Australia atau Valencia

ManiakMotor – Dengan mengantongi total 248 angka dan lomba tinggal menyisakan 4 balapan lagi, sebagai pemuncak klasemen sementara, gelar juara dunia 2016 sebenarnya sudah dalam genggaman Marc Marquez. Ia unggul selisih 52 angka atas pesaing utama Valentino Rossi dan 66 angka sama Jorge Lorenzo. Kenapa dikatakan sudah dalam ganggaman pebalap Repsol-Honda? Mari kita berandai-andai yang diperkuat dengan statistik penampilan MM selama musim ini dan tahun lalu.

Penampilan Marquez di musim 2016 sangat konsisten. Hingga 15 seri, pebalap 23 tahun ini tidak pernah kehilangan angka dan tidak pernah lepas dari posisi lima besar. Terkecuali di Perancis, dirinya sempat terjatuh akibat melakukan late braking karena menjaga tenaga mesin. Saat itu, akselerasi Honda RC213V kurang bagus. Meski terjatuh, ia bisa bangkit dan finis ke-13 mendapat 3 angka.

Nah, lemahnya akselerasi Honda RC213V itu tidak lagi dialami sekarang. Justru itu yang menjadi kelebihan besutan Marquez ketika menghadapi trek yang punya tikungan rapat. Itu sudah dibuktikan MM di Aragon sempat melorot kelima di lap kedua karena hampir jatuh. Duel Rossi dan Vinales di depan pun tidak terlalu lama disaksikannya dan MM tampil sebagai pemenang. Rossi akhirnya mengakui kehebatan dan kekuatan Marquez sebagai pemenang.

So, dari perjalanan 15 seri menunjukkan dua hal. Pertama, power dan akselerasi Honda RC213V sangat mumpuni. Kedua, MM menunjukkan kematangan dalam menjinakkan keliaran RC213V dan menjaga emosi yang tidak mudah terpancing.

Artinya, di sisa 4 seri bukan pekerjaan berat bagi MM untuk menyematkan mahkota juara dari genggaman ke pundaknya untuk ketiga kali. Dengan dirinya terus finish ketiga, katakanlah Rossi memborong juara di keempat balapan, ia sudah pasti juara dengan total 312 angka. Tapi, kelahiran Cervera, Spanyol itu tidak bisa menyebutkan di mana gelar itu akan diraihnya.

“Terpenting, juara harus diambil, tidak tahu kapan,” tegas Marquez. Dirinya belum terpkirkan akan melakukannya di Motegi, Jepang. “Berhasil menang di Jepang sama seperti menang lotere,” tambahnya. Ya, tahun lalu ia finish keempat dan diakuinya kalo Motegi bukan trek Honda. Jadi, “Tampil di Jepang saya harus sabar,” sebutnya yang berharap saat balapan tidak hujan.

Justru, dirinya membidik Philip Island (Australia) dan Valencia (Spanyol), di mana didua  balapan itu dirinya juara dan kedua. MM merasa lebih lengkap kalo juara dunia diraih di depan pendukungnya. Mengenai peluang di Malaysia, “Denmgan permukaan trek yang baru, kita hanya menjaga saja. Philip Islanda dan Valencia sirkuit yang baik buat saya,” tutup Marquez. Rezki

BAGIKAN