nhk

MotoGP 2016 Jelang Motegi: Rossi Singkirkan Gelar Juara Dunia, Ini Yang Dipikirkannya

ManiakMotor –  Dua kali Valentino Rossi sudah memberi isyarat tidak mungkin bisa lagi merebut juara dunia 2016 yang kini dalam genggaman Marc Marquez. Kenyataan itu kian kuat tatkala difisit selisih angkanya sama MM yang tadinya tertinggal 43 poin bertambah menjadi 52 setelah finish ketiga di seri 14 Aragon yang lombanya justru dimenangkan pebalap Repsol Honda. Dengan sangat tipisnya peluang Rossi, ia pun sudah memikirkan strategi lain.

Jelang balapan di Brno, Ceko The Doctor sudah mengibarkan bendera putih. Dirinya sadar berat untuk dapat menyandang juara dunia 2016. Meski tertingggal 47 angka sama MM sebagai pemuncak (171) dan balapan masih menyisakan 8 seri lagi. Tapi Rossi mengatakan, ia bisa menyabet mahkota juara kalo masih ada 100 balapan lagi. Kemudian sebelum balap di Inggris, ia pun sudah angkat tangan (hang-up) soal peluangnya.

Rossi, motogp, valencia, motegi, australia
Rossi ingin Yamaha M1 di 2017 lebih kencang

Artinya, ia sudah mengutur kemampuan dirinya. Bukan lantaran dirinya sudah tua (37 tahun). Utamanya, soal performa Yamaha M1. Baru diungkapkannya bahwa dirinya mulai ragu akan peluangnnya setelah seri di Barcelona (ronde 7) yang dimenangkannya. Sejak itu hingga ronde 15, Yamaha tidak pernah menuai angka penuh 25.

Sasis dan lengan ayun baru pun dipasang pada, khusus motor Rossi. Lorenzo tidak mau karena ia sudah pasti hijrah ke Ducati. Toh, hasilnya tidak bikin Rossi dan skuad Yamaha bisa tersenyum. Sebab Honda RC213V kian kuat dan ini diakui Rossi.

Berharap MM terus jatuh di empat balapan atau gagal meraih angka, sangat tidak mungkin. Bayangkan, sejak putaran 1 sampai 15, pebalap Spanyol itu dapat mengantongi angka. Artinya, kelahiran Cervera, Spanyol ini sudah matang dan tampil tenang.

Nah, semangat Rossi kini tinggal merebut juara dua dunia. Dengan 196 angka ia masih unggul 14 angka atas rekan setimnya. Trus, di sisa 4 seri ini, “Kami hanya perlu bekerja dan konsentrasi menghadapi balapan di luar negeri. Kami tinggal berjuang bisa naik podium. Terpenting membuat balapan yang baik dan berusaha tidak melakukan kesalahan,” ujar Rossi yang memuji Honda dan Suzuki tumbuh pesat.

Di sisa balapan, VR fokus agar Yamaha M1 pada musim 2017 bisa kencang. Selain itu, Rossi mengakui dirinya sudah memikirkan tentang kelanjutan karir balapnya ketika kontrak dengan Yamaha berakhir 2018. Karena, saat itu usianya sudah 39 tahun dan kemungkinan VR akan melirik cabang balapan lain. Bisa kejuaraan dunia superbike atau arena reli mobil yang pernah diikutinya.

Tapi, kepala kru Rossi, Silvano Galbusera berpikir bahwa Rossi tidak akan cabut dari Yamaha setelah berakhir kontrak 2018 seperti yang diasumsikan. Malah Galbusera yakin di musim mendatang Rossi akan terus berada pada tingkat yang sama.

Ketika pernyataan ini disampaikan ke Rossi, ia tidak membantah dan setuju. Artinya, Rossi tetap bersama Yamaha, tapi bisa di motogp atau WSBK. Rezki

BAGIKAN