nhk

MotoGP 2016 Jelang Qatar: Rossi Vs Marquez, Dua Jagoan Tidak Pernah Puncaki Tes

 

ManiakMotor – Pabrikan Yamaha dan Honda, pembalapnya tetap diunggulkan. Mereka punya finansial yang sanggup beli apa saja membuat mereka kompetitif. Terutama membayar sumber daya manusia para  insiyur racing kelas dunia. Juga pengadaan teknologi up to date di MotoGP yang selalu bicara fulus.

Dari data tiga tes lalu, hanya Jorge Lorenzo yang sakses keras. Kecuali di Philip Island dia gagal memuncakinya. Di Sepang Lorenzo sendiri yang bisa di bawah 2 menit. Di Losail dia dewek di bawah 1 menit 55 detik. “Di Sepang motor langsung beradaptasi. Sepang dan Qatar saya pikir punya persamaan karakter dan motor sangat kuat di sana,” kata Lorenzo yang tentu siap di ronde pertama dari hasil tes tersebut.

Tapi maaf sorotannya bukan pada JL. Nggak usah bertele-tele, ada Valentino Rossi dan Marc Marquez. Dua sosok yang bikin MotoGP tak bikin ngantuk. Itu tanpa mengesampingkan Dani Pardrosa yang dari tiga tes 2016 ‘terdesak’ oleh musuh. Nah, Rossi dan Marquez, bebuyutan yang tak pernah memimpin tes. Dari total 9 hari tes Malaysia, Oztrali dan Qatar, boleh ditelusuri jejaknya. Kali ini cukup ditelusuri dari cara mereka menyimpulkan tes.

Mungkin – hanya mungkin – buat Rossi ndak masalah soal posisi. Dari nada suaranya soal hasil tes dia selalu bilang puas saban hari melakukan tes. Kata dia yang penting kecepatannya dekat-dekat dengan barisan depan. Maksudnya dari hari pertama tes sampai hari terakhir, time-nya menjajikan dan selalu bilang puas. 

Persis babak latihan menghadapi lomba, Rossi  jarang tercepat. Bahkan lebih sering di kalifikasi terlempar di luar lima besar. Tapi hasilnya langganan podium kan. “Memang tahun ini dengan ban dan elektronik baru, banyak pembalap yang cepat. Itu membuat lomba akan menarik,” kata Rossi yang telah membayanngkan jalannya lomba dan tentu sudah punya strategi.   

Sedang Marquez di tes Philip Island boleh senyum di hari terakhir memimpin tes. Namun  kombinasi tiga hari tetap ndak memuncaki ujicoba. Jauh ke belakang di Sepang atau di Jerez saat tes pribadi, nadanya kurang happy dengan motornya. Diukur keterampilan Marquez yang didukung tim tadi, level orang ini pemimpin tes. Sebagai gambaran, nama Marquez yang dominan pemegang best lap dari 18 sirkuit yang dipakai untuk MotoGP tahun ini.

Paling dekat memantau Marquez di tes Losail Qatar yang juga tempat ronde pertama MotoGP 2016. Hari pertama dan kedua, dari cerita Marquez punya persoalan pada sasis RC213V-nya saat keluar tikungan. Ceritanya juga Honda kurang bersahabat dengan Losail. “Untung hari teakhir tes ada perubahan besar. Terimakasih pada tim yang telah kerja keras. Mereka begadang sampai jam tiga pagi. Kemarin (hari pertama dan hari kedua tes) sempat khawatir akan posisi dari kecepatan motor,” tukas Marquez soal tes Qatar dan berhasil ke-4, ya hanya ke-4 dan Rossi ke-5.

Pendek cerita, apa pun persoalan tes keduanya, duet dari Yamaha dan Honda ini, tetap disegani kawan dan dihormati lawan. Ito

BACA JUGA

MotoGP 2016 Jelang Qatar: Suzuki Tinggal Tunggu Podium Vinales, Dapat Amunisi Full SSG

MotoGP 2016: Tes Privat Stoner Di Qatar 6 – 7 Maret Batal, Salahi Aturan

MotoGP 2016 Jelang Qatar: Redding Pemain Satelit Yang Melejit Di Tes Losail

MotoGP 2016 Pasca Tes Qatar: Lewat Simulasi, Rossi Ungkap Kinerja Elektronik Baru

MotoGP 2016 Pasca Tes Qatar: Lorenzo Simulasinya Paling Mulus, Sekali Saja Cetak 1’54

 

BAGIKAN