nhk

MotoGP 2016 Jelang Silverstone: Yang Asyik Dari 3 Pengguna Ban Keras Di Ceko


 

ManiakMotor – Wet race di GP Ceko, Minggu (21/8), menjadi salah satu balapan basah terbaik. Saling susul terjadi tanpa banyak kecelakaan seperti biasanya. Jadi terlihat kalau hasil akhir bukan karena pembalap lain terjungkal, tapi peran skill, trik dan strategi masing-masing.

Dari semua analisa, faktor menangnya Cal Crutchlow (LCR Honda) adalah pilihan yang tepat berdasarkan feeling-nya. Setelah faktoritu, tentu juga diimbangi skill dan nyalinya. “Saya putuskan pakai ban keras sesaat sebelum start. Feeling saya mengatakan dua-duanya harus keras dan pastinya akan lebih baik, dan ternyata benar,” ucap Cal yang raih kemenangan perdananya di kelas primer sejak manggung di MotoGP sejak 2011. Cal memang tepat pakai ban keras, karena genangan berangur kering yang membuat para pemakai soft kepanasan komponnya.

Hanya tiga pembalap yang menggunakan kombinasi ban keras dan keras. Yang lain kombinasi lunak dan lunak, sementara Valentino Rossi gunakan kombinasi lunak dan keras. Sebagian besar berasumsi  balapan wet race di Ceko akan berubah jadi flag to flag race di tengah lomba seiring mengeringnya lintasan. Tapi, lintasan tak pernah kering sepenuhnya.

Di banyak bagian masih basah meski tak tergenang lagi yang jadi enak buat kompon hard tipe basah. Kkondisi itulah yang menguntungkan para pengguna ban keras lantaran yang pakai ban lembut mulai tergerus oleh lintasan mengering. Selain Cal, ada dua pembalap lainnya yang pakai ban keras di roda depan maupun belakangnya, yakni Loris Baz (Avinitia Racing/Ducati) dan Tito Rabat (Marc VDS Racing/Honda).

Seperti Cal, keduanya juga mencetak prestasi terbaik untuk diri mereka di MotoGP. Baz yang baru main di MotoGP sejak 2015, baru kali inilah mencetak prestasi terbaiknya di urutan 4. Sebenarnya tahun lalu di GP San Marino, ia juga finish ke 4 saat menggeber Forward Yamaha.

Bedanya, tahun lalu itu ia ditinggal 26 detik oleh sang juara sementara kali ini hanya berselisih 12 detik. “Ini terasa lebih istimewa karena terjadi setelah saya berkutat dengan cidera. Sekaligus jawaban atas kepercayaan yang tetap diberikan tim,” ujar Baz.

Begitu pun Tito Rabat sang rookie yang baru naik dari Moto2. Finiah 10 Besar di Ceko salah satu hasil terbaik jurdun Moto2 2014 itu di kancah MotoGP. Sebelumnya ia finish ke-9 di GP Argentina, tapi setelah itu masuk 10 Besar pun sangat sulit.

Cal, Baz, dan Tito bukanlah pembalap unggulan di grid MotoGP. Tapi, kala semua hal sulit diprediksi di tengah hujan, mereka memberi bukti kalau balapan itu tak melulu soal kekuatan teknologi. Andro

BACA JUGA

MotoGP Inggris 2016 Jelang :Michelin Bela Diri, Bawa Kompon Medium Basah di Inggris

MotoGP Inggris 2016 Jelang : Marquez Jajal Ban 2017 dan Sasis Baru, Puas Dengan Kondisi RC213V

MotoGP 2016 Jelang Inggris: Rossi Minta Secepatnya Pasang Sasis dan Swingarm Baru

MotoGP 2016 Ceko Pasca Race: Podium Ducati Hilang Percuma, Dikalahkan Strategi Ban

MotoGP Inggris 2016 Jelang: Tes di Brno, Lorenzo Tidak Dikasih Sasis Baru. Ini Alasannya

BAGIKAN