nhk

MotoGP 2016 Malaysia Pasca Race: Iannone Bocorkan GP16 Dovizioso, Geser Beban 5 Kg ke Belakang

Andrea Iannone Race Sepang 2016

ManiakMotor – Pantas setiap berakselerasi waliyah belakang  menapak di lintasan basah. Yakin Andrea Dovizioso di GP Malaysia (30/10-2016) memberi tenaga yang lebih besar dari lawannya dan  Desmosedici GP16 tetap bergerak mulus, konstan, dan nyaris tak ada cela. Itu terjadi dari start pole sampai finish dengan status juara.

Dovi maupun Ducati tidak secara terbuka menyebut faktor kelebihan motor Dovi melibas wet race di Sepang. Namanya juga rahasia tim.Tapi, Andrea Iannone dengan ringan mulut justru membuka rahasia itu. Ia sebut setingan motornya dengan Dovi sangat berbeda meski pakai jeroan dan ban yang sama.

Perbedaan utamanya pada distribusi bobot yang menggeser bobot sebanyak 5 kg. Jelas itu untuk mendiamkan waliyah belakang yang menjadi penyakit saat lintasan basah. “Saya tak sempat mencoba set up macam itu karena tak turun di FP2. Itu yang membuat motor Dovi lebih stabil sepanjang lomba. Sementara ban belakang saya mulai banyak spin sejak lap 9 dan akhirnya jatuh,” kata Iannone.

Sayangnya, The Maniac sama sekali tak tahu kalau Marc Marquez dan Cal Crutchlow sudah jatuh,  sebelum ia ikut jatuh pada lap 13 dalam posisi ketiga. “Jika tahu mereka jatuh tentu saya akan kurangi kecepatan. Masih sangat mungkin finish podium karena Jorge (Lorenzo) sekitar 7 detik di belakang saya,” sesal Iannone yang sesungguhnya balapan masih menyimpan rasa sakit di punggung akibat celaka di Misano sehingga harus absen 4 seri belakangan.

Selain strategi bobot yang berbeda di kubu Ducati, Iannone mengakui riding style yang berbeda. Gaya ini ikut andil dalam kegagalannya di Sepang meski sempat beberapa kali memimpin balapan. Ia cenderung main keras dan siap ambil risiko. Beda dengan Dovi yang lebih sabar dan tunggu momentum tepat untuk menyerang.

“Saya bukan tipe pembalap yang suka finish kelima dan seterusnya. Saya ingin menang atau podium dan berjuang untuk itu dengan segala risikonya. Itu yang membuat saya acap jatuh saat balapan, karena ingin mengalahkan anak-anak Honda dan Yamaha yang punya motor lebih kompetitif, ” tandas Iannone yang terakhir geber Ducati di seri Valencia sebelum pindah ke Suzuki tahun depan. Andro

BAGIKAN