nhk

MotoGP 2016: Marquez Galau, Mesin RCV Tak Sinkron Dengan Elektronik, Bisa Kalah Mental

 

 

ManiakMotor – Sejak awal seri di Qatar 2015 Marc Marquez memang mentalnya goyah, makin goyah ketika jatuh di Argentina saat duel dengan Valentino Rossi. Belakangan memang diakuinya bermain di MotoGP tidak semata motor kencang, tapi banyak juga dipengaruhi phisikologis. Kalian juga tahu, para senior macam Rossi piawai memainkan perang urat saraf. Perang ini mungkin di awal tahun dan tahun kedua Marquez di MotoGP nggak mempan. Tahun ketiga ngaruh, tahun keempat tentu berkutat dengan aturan baru terutama soal elektronik alias tahun ini.

Kalau seperti tahun lalu, motor yang sudah enak dibilang nggak enak, motor yang sudah benar eh malah dioprek lagi. Hasilnya malah nggak benar-benar. Bedalah di akhir-akhir seri 2015 di saat Marquez sudah tak punya peluang, mentalnya lurus kembali. Bahkan dia bisa kacaukan point antara Jorge Lorenzo dan Rossi.

Masuk 2016 soal aturan baru. Bagi Marquez, penggunaan ban Michelin dia santai saja, karena semua menggunakan merek yang sama. Tetapi kalau elektronik walau sama merek akan beda SDM yang memeta softwarenya.  “Agak sulit, 2016 akan jadi musim yang panjang. Percuma mesin yang bagus, bila tak sinkron dengan elektroniknya,” kata Marquez di awal tahun 2016.  

Itu yang bikin galau Marquez. Wajar saja dia begitu, sebab di test privat di Jerez pada November 2015 lalu, dia malah kalah dari Ducati kelas dua lewat Scott Redding. Redding ini pembalap pendatang baru di Ducati Pramac. “Ke depan juga fokusnya bikin mesin ulang yang pas dengan elektronik, terutama dengan software-nya,” jelas Marquez semamakin jelas mesin yang disodorkan HRC pada test privat dianggapnya keliru, hehe.

Saat test privat di Jerez itu, Marquez sangat mengeluhkan RC213V-nya yang akselerasinya terlalu kasar pada putaran bawah. Itu motor kesusahan dia diamkan saban keluar tikungan. Baginya, itu karena kurang tepatnya mesin dan elektronik Magneti Mareli. Rentetannya, sulit pula mendapatkan time yang konstas saban lap yang justru dibutuhkan saat lomba.

Nah bikin mesin ulang inilah yang pasti bikin galau Marquez. Sementara testing pramusim nggak banyak-banyak amat. Jadinya sembari seri berjalan, riset juga dikebut. Di sinillah perang mental kembali diuji dari Marquez. Tentu saja akan melawan  mental para senior yang sudah kaliber bermain drama. Ito

BACA JUGA

MotoGP 2016: Vinales Sebut Guru Terbaik Adalah Marquez, Rossi Tidak!

MotoGP 2016: Lorenzo Dikontrak Helm Hiu, Helm Lama Banyak Alasan

MotoGP 2016: Stoner Dilepas Honda, Sudah Lebih Lambat 1 Detik Dari Pembalap Pabrik

MotoGP: Kalender 2016 Menghapus Sirkuit Kesukaan Honda Dan Pembalapnya

MotoGP 2016: Bos Yamaha Belum Percaya Kecepatan Ducati Dan Suzuki 

BAGIKAN