nhk

MotoGP 2016 Pasca Tes Australia: Rossi Memilih M1 Gado-Gado Dipakai Lomba Musim Ini

ManiakMotor – Yamaha YZR-M1 yang gado-gado yang dipilih Valentino Rossi untuk dikembangkan selanjutnya. Otomatis  motor itu yang dianggapnya lebih beradaptasi dengan aturan Michelin dan ECU seragam. Tentu setelah tes Sepang dan dituntaskan ujicobanya di Australia yang berlangsung 17 – 19 Februari 2016.  

M1 gado-gado tersebut sebelumnya M1 2016 yang disebut rasa versi 2015. Intinya tak meninggalkan karakter tahun lalu yang nurut di tangan The Doctor. Tapi belakangan diistilahkan mirip dengan motor tahun lalu. Kalau disebut murni M1 2015 juga nggak mungkin, bisa didiskualifikasi dia saat lomba, haha. Lha bannya saja sudah Michelin. Lalu  merek ECU  Magneti Marelli yang membawa aturan bahan bakar lebih banyak dari tahun lalu. Juga disesuaikan dengan penggunaan jumlah mesin tahun ini 7 unit dibanding tahun lalu 5 unit per musim. Pastilah cetakan port dan knalpot dibikin lebih boros, agar dapat tenaga.

Rossi punya pertimbangan tersendiri memilih M1 Gado-Gado. Kalau yang cukup awam melihatnya pada catatan waktu. Di test Sepang dia tercepat dan konstan dengan M1 tersebut. Lalu hari kedua di Australia yang dia sangat kompetitif juga pakai M1 mirip tahun lalu. “Sayang memang hari ketiga di Australia tidak selancar hari kedua. Jadi sudah diputuskan selanjutnya motor yang mirip dengan M1 tahun lalu yang dikembangkan dan dipersiapkan untuk lomba tahun ini,” sebut Rossi yang dari akumulasi tiga hari di Australia hanya ke-5.

Tapi tahu sendiri Rossi nggak peduli soal posisi. Yang penting baginya time-nya dekat-dekat dengan barisan tercepat dan lebih utama lagi konstan grafik kecepatannya setiap lap. Nah itu yang didapatnya pada M1 mirip tahun lalu di Philip Island. “Motor versi  2016 sampai tes hari ketiga di Australia masih bermasalah di area  masuk tikungan,” alasan Rossi. Kalau masuk tikungan sudah ngaco, berarti keluarnya juga lambat. Juga sirkuit bukan satu tikungan doang, hehe.   

Soal rasa ini memang Yamaha tidak gegabah meninggalkan desain rangka, konstruksi mesin dan teknologi 2015. Tahun lalu mereka berhasil membangun M1 tanpa tanding. Bukan main, mereka rebut semu predikat. Soal pemabalap memilih motor mirip yang mana, bisa juga hanya strategi. Apalagi Rossi yang membesar-besarkan pilihan tersebut. Padahal Jorge Lorenzo teman setimnya sendiri juga punya pilihan sama. Ito

BACA JUGA

Hanya Satu Pesan Pada Fans Rio Haryanto, Pemuda Indonesia Tembus Ke F1

Hasil Tes MotoGP Philip Island, Australia, 17, 18, 19 Februari 2016

MotoGP 2016 Tes Australia Hari Ke-3: Marquez Bersama Motornya Mulai Membaik, Tapi Belum Puas

MotoGP 2016 Tes Australia Hari Ke-3: Sore, Marquez Lewati Vinales, Rossi Ke-3

MotoGP 2016 Tes Australia Hari Ke-3: 3 Jam Berlalu, Masih Vinales, Rossi Mendekat, Hujan

MotoGP 2016 Tes Philip Island: The Doctor Rossi Punya Guru, Itu Baru Berita

 

BAGIKAN