nhk

MotoGP 2016: Tekanan Ban Loris Baz Di Bawah Minimum, Keluar Aturan, Elektronik Nggak Bisa Dicolong

 

ManiakMotor – Grand Prix Commission mengeluarkan aturan terhadap tekanan ban di MotoGP, karena belajar dari kasus. Kasusnya terjadi Loris Baz di hari kedua test Sepang pada 2 Februari 2016. Ban Michelin pada Ducati digeber pemain gitar, eh si Baz milik Avintia Racing itu pakai soft compound tyres. Tapi di trek lurus Sepang meletus dan bannya terbelah lantaran meletus.

Ditenggarai tekanan ban pada motor Baz di bawah minimum. Karenanya, timnya agak disalahkan demi mengejar ban yang lembek. Kan makin kurang tekanan angin semakin lembek dan makin dapat grip yang bagus, padahal tipe bannya yang lembut pula. Ya mudah over heat  yang bikin meledak. Kira-kira begitu ilmu prakirawannya karena dari sananya nggak dijelaskan sih.

Maka dari itu akan dipantau oleh para pemeriksa teknik yang dibantu official tyre dalam hal ini Michelin untuk memantau minimum tekanan ban. Untuk sementara bisa dilakukan manual. Selanjutnya masih dipikirkan system sensor yang otomatis tersimpan dalam datalogger. Sistem sensor ini sebenarnya sudah digunakan Repsol Honda Team. Bahkan untuk Moto2 dengan ban Dunlop sudah menerapkan sejak tahun lalu.

Ada lagi khusus elektronik yang berhubung menggunakan merek seragam. Panitia lewat direktur teknik berhak memeriksa elektronik tersebut lewat datalogger. Soket atau saluran internal elektroniknya harus tersedia untuk hal tersebut, pokoknya elektronik harus sama dengan speksifikasi asli. Demikian juga sensor-sensor dari pihak ketiga kudu dihomologasi. Tujuan untuk ini agar tak ada yang mengakali programnya. Supaya nggak dicolong.

Selebihnya soal aturan race direction (RD) sudah dijelaskan sebelumnya yang isinya sama saja. RD fokus mengelola lomba, namun memberi sanksi seperti melanggar pit line, bendera kuning dan sebagainya yang punya fakta jelas, tetap hak RD. RD tetap beranggotakan Mike Webb (Race Director), Franco Uncini (FIM) dan Javier Alonso (Dorna), sama dengan komposisi tahun lalu saat menghukum Valentino Rossi dari kasus Sepang.

Tapi seperti kasus yang terjadi pada Rossi ini, RD sudah tak berhak yang digantikan oleh panel khusus yang dipimpin Mike Webb. Webb akan dibantu dua juri yang diutus FIM. Intinya pelanggaran yang ribet sudah ada bagiannya. MM

BACA JUGA

MotoGP 2016 Jelang Test Philip Island: Rossi Akui Lorenzo Kencang, Tapi Lihat Posisi Dong..!

MotoGP 2016: FIM Umumkan, Race Direction Tak Berhak Menghukum Pembalap

MotoGP 2016 Pasca Tes Sepang: Suzuki Masih Akan Masuk Ke Terowongan Angin

MotoGP 2015: Pasca Test Sepang, Rossi Mulai Penasaran Terhadap Stoner

MotoGP 2016: Hasil 3 Hari Test Sepang, Stoner Dan Rossi ‘Seimbang’

BAGIKAN