nhk

MotoGP 2016 Test Valencia: Gaya Lorenzo Tak Cocok Dengan Ducati, Kata Iannone Harus Tega

Ducati Desmosedici GP17 2017

ManiakMotor – Tes resmi MotoGP di Valencia pada 15 dan 16 November 2016 ini menyita perhatian komunitas balap motor sedunia. Salah satu yang  ditunggu kiprah perdana Jorge Lorenzo di atas Ducati Desmosedici GP17. Apakah dia langsung pas dengan merek Eropa tersebut.

Valentino Rossi dan Marc Marquez sudah berkomentar soal kepindahan JL ke Ducati. Lalu, apa kata Andrea Iannone, rider yang digantikan JL di Ducati? “Saya nggak tahu, apakah Jorge siap naik Ducati atau tidak secara teknis. Yang jelas, ia harus lupakan kelebihan di atas M1 yang selama ini ia rasakan,” kata Iannone.

Menurut AI, kelebihan JL selama ini adalah kecepatan di dalam tikungan yang sangat stabil, terlebih di tikungan cepat. “Itu tak bisa ia lakukan dengan Desmosedici. Jika dipaksakan pasti jatuh akibatnya,” tambah Iannone yang mungkin sudah mencoba cara Lorenzo yang cakap mengurut tikungan dengan halus tersebut.

Ducati memang masih lemah di bagian depan motor (front end) pada tikungan cepat. Tapi kan tikungan nggak selalu model rolling terus, tetap dituntut cepat berubah arah untuk memasuki tikungan selanjutnya. “Itu penyakit Ducati yang belum sembuh sepenuhnya. Saya sebenarnya punya ide menyembuhkannya, tapi saya bukan insinyur. Hanya bisa memberi masukan, namun  itu tak didengarkan,” kata Iannone si joki Suzuki pada 2017 ini dan mulai mencobanya hari ini atau Selasa 15 November 2016.

AI menlanjutkan, Desmosedici harus digeber sampai batas maksimalnya dengan sedikit kasar agar bisa tarung di depan. Nggak bisa disetir dengan cara halus. Rem ya rem, gas ya gas seperti yang membuat Casey Stoner juara dunia. “Cara itu jelas sangat beresiko dan harus siap dengan berbagai akibatnya. Saya ambil risiko itu dan itu sebabnya saya acap jatuh saat balapan. Karan dengan cara itu akan kompetitif. Ya memang harus tega,” tambah AI.

Ya, rider Italia itu memang terkesan brangasan sepanjang musim ini dan berulangkali fight di baris depan melawan Honda maupun Yamaha. Terakhir adalah kegigihannya melawan Valentino Rossi di GP Valencia yang sepanjang balapan justru paling enak ditonton. Jika tak kecelakaan fatal di Misano sehingga absen di Aragon, Motegi, dan Philip Island, tak mustahil AI finish 4 Besar klasemen 2016 seperti saat sebelum kecelakaan.

Selama ini gaya Lorenzo dinilai smooth alias selembut salju tanpa grasak-grusuk saat balapan. Dengan gaya lembut ini cara bawanya pun bulat-bulat alias memiliki racing line sendiri. AI tak ingin mengatakan gaya itu mati kutu dengan Ducati, tapi hanya ingatkan, banyak sekali spek teknis yang berbeda antara M1 yang 9 tahun ditunggangi JL. “Sekali lagi saya katakan, saya tak tahu apakah Jorge siap atau tidak membesut Ducati. Tapi, menarik menunggu kiprahnya di Ducati,” tandasnya.

Kalau begitu, ayolah sama-sama kita tunggu! Andro