nhk

MotoGP 2016: Wacana Radio di MotoGP: Rossi Setuju, Marquez Menolak Keras..!

ManiakMotor – Ribetnya flag to flag lomba diganggu hujan dan di tengah balapan ganti motor. Contoh dekat GP Jerman yang memunculkan wacana untuk menyediakan radio komunikasi antara pembalap dengan tim. Meniru Formula1, gitu loh! Selama ini komunikasi hanya tersedia lewat pitboard dari pinggir lintasan.

Nah, saat hujan gede mendera, kode-kode di pitboard tak selalu jelas terlihat pembalap sehingga message atau strategi yang ingin disampaikan tim tidak efektif. Belum lagi, misalnya tipe ban yang ingin digunakan pembalap, belum tentu bisa sampai ke tim yang di paddock. Tim sepenuhnya yang menentukan tipe ban, kan pembalap nggak bisa ngobrol sama mereka. Makanya dibutuh radio komunikasi.   

Valentino Rossi mendukung wacana itu. Penggunaan radio komunikasi ini di mata The Doctor lebih banyak manfaat daripada mudaratnya. Tim dan pembalap bisa berkomunikasi menerapkan perubahan strategi, juga dinilai lebih aman bagi pembalap sendiri. “Malah aman. Contohnya di Assen lalu. Jika tim bisa mengkomunikasikan situasi, pastinya saya tidak jatuh. Jika saat itu tim kasih  informasikan  sudah unggul 2 detik (atas Marquez), tentu saya akan melambat dan kesalahan itu tak terjadi,” ucap Rossi.

Sebaliknya dengan Marquez. Ia menentang habis upaya niru-niru gaya balap F1. “Halah, itu nggak perlu, jika punya persiapan bagus sebelum balapan. Coba bayangkan, apa yang terjadi saat melaju dengan speed 300-an km/jam lantas ada yang ajak  ngobrol?” tandas MM sembari bilang seharusnya pembalap belajar mengatasi problem saat flag to flag race, ia menjadi korban pada musim 2013 di Philip Island. Saat itu ia didiskualifikai akibat miskomunikasi dengan timnya.

Itu pro dan kontra di antara dua jawara kelas primer itu. Dua-duanya merasa punya pendapat benar. Di sisi lain, penolakan MM bisa berarti keinginannya untuk balapan dengan murni. Bukan karena dukungan teknologi semata. Itu juga membuatnya menentang penggunaan winglet musim depan, selain faktor keamanan dengan contoh tubrukan dirinya dengan Andrea Iannone (Ducati) di GP Argentina. Winglet di motor Iannone merusak perangat kamera di belakang motor MM. ”Kalau benda seperti itu saja bisa dirusak, bagaimana kalau yang terkena adalah badan pembalap,” tegasnya.

Lebay atau benar omongan kedua rider papan atas ini, silakan sampeyan komen saja! Bebas kok! Andro

BACA JUGA

Klasemen MotoGP 2016, Moto2 2016, Moto3 2016

MotoGP 2016 Austria (Tes): Stoner Besut Ducati Tanpa Winglet

MotoGP 2016 Tes Austria : Rossi Terpuruk, Ducati Pesta Kecepatan

Produk Baru :KTM Indonesia Rangkul Komunitas Yamaha R16 Nobar MotoGP, Dibalik Itu Ada Apa..ya?

MotoGP Sachsenring 2016 : Kemenangan Marquez Dicurigai Ilegal, Ini Keputusan IRTA

BAGIKAN