nhk

MotoGP 2016 : Waduh…Rossi Udah Mulai Tak Suka Sama Vinales! Ini Alasannya!

MOTOGP, ROSSI, VALENTINO, VINALES, YAMAHA

ManiakMotor – Musim balapan motogp 2017 belum lagi dimulai, tapi Valentino Rossi mulai jaga jarak sama rekan setimnya yang baru Maverick Vinales. The Doctor bukan takut, tapi juara dunia 9 kali (7 dari arena motogp) tak ingin pembalap Spanyol itu memberinya masalah yang sama seperti Jorge Lorenzo. Kepada radio Deejay Rossi menegaskan bahwa dirinya lebih suka kalo tim Yamaha tidak memperkerjakan mantan pembalap Suzuki itu.

Unik, memang. Ketika tes di Valencia, saat Vinales menjadi yang tercepat, Rossi pun kontan  memuji pembalap 21 tahun itu. Trus, seminggu kemudian joki dari Catalan itu kembali menjadi yang tercepat di Sepang dan Yamaha tidak merilis rincian. Itu demi menjaga spekulasi di media yang makin bikin panas.

“Saya lebih suka seorang seperti Dani Pedrosa (sebagai rekan setim), lebih tua,” ujar Rossi. Kalau Pedrosa, ya mungkin – bisa ditundukan dalam hal hubungan sehari-hari atau pun di lintasan. Itu mungkin ya… Pedrosa juga bukan seorang yang keras kepala harus menang segalanya seperti yang sampeyan lihat. Dalam karir Pedrosa yang hampir 9 tahun di tim elit Honda tak pernah juara dunia. Begitu ilmu kira-kiranya.

Dengan Vinales, lanjut Rossi, dia berharap akan memiliki lebih sedikit masalah. Maksudnya, masalahnya sekadar senior dan yunior. Bukan masalah seperti Lorenzo yang ingin diseterakan dengan Rossi dari semua hal. Kencederungannya Lorenzo nggak menghargai Rossi sama sekali. “Tapi setelah tes, saya menyadari bahwa dalam kasus terbaik ia (Vinales) akan memberi banyak masalah seperti Lorenzo,” tegas VR.

Rossi pun coba mengenang kembali ketegangan hubungannya sama JL. “Itu bisa hancur oleh kejadian 2015. Sejak kejadian itu, kami tidak pernah akur. Begitu juga Marquez yang menunjukkan banyak hal tahun lalu. Dengan Vinales, saya harap tidak sebesar itu,” pinta Rossi.

Memang, musim balapan 2015, terutama beberapa seri terakhir membuat tempramen Rossi meninggi. Ini lantaran adanya konspirasi duo Spanyol, JL dan MM yang pada akhirnya memberi gelar pada Lorenzo. Lebih sakit lagi, di seri pamungkas Rossi harus start dari belakang.

Selain Vinales, Rossi juga memberi perhatian khusus pada MM. Ia memuji talenta MM tapi mengkritik ‘permainan kasar’nya pada akhir 2015. “Untungnya Marquez tidak rekan saya. Saya pikir 2016, Marquez telah menunjukkan banyak hal,” tegas Rossi. Rezki

BAGIKAN