nhk

MotoGP 2017: Bos Yamaha Dukung Dovizioso, Tolak Format Latihan Bebas, Joki Bukan Badut

Rossi, Assen, Motogp

 

ManiakMotor – Aturan balap motor yang dikelola penyelenggara dan federasi pengaturnya atau FIM untuk MotoGP, memang harus merancang aturan untuk digunakan tahun selanjutnya. Regulasi yang ada nggak seenaknya diubah saat kompetisi berjalan. Kesempatan buat para peserta dan mereka yang terlibat menyuarakan untuk perubahan.

Salah satu yang disorot adalah latihan bebas atau free practice (FP). Tiga FP memaksa pembalap sudah TOGANG duluan, ketimbang menyetel motor yang memang diperuntukan untuk sesi FP. “Dengan aturan sekarang, pembalap sudah stress berat pada tiga FP, ketimbang di kualifikasi dan lomba. Saya mengerti, itu baik buat penonton, tapi kami bukan badut untuk ditonton,” sebut Andrea Dovizioso  yang jagoan dario Ducati Team tersebut.

Memang tiga sesi FP pendahulu menjadi bagian dari penyeraringan untuk kualifikasi yang dikenal saat ini Q1 dan Q2. Selanjutnya kamu sudah tahulah format yang sudah diperkenalkan sejak 2013 ini. Peserta semakin stress ketika situasi cuaca yang tak menentu. Karena di situ bukan adu cepat lagi, tapi adu untung. Banyak pembalap dari segi skill dan motor yang sip, malah jadi buntung.

Bagi yang menentang aturan tersebut, fokus mereka untuk mengembangkan set-up sudah jadi kacau. “Memang tidak fokus. Karena kru dan pembalap lebih berpikir mencari setelan tercepat untuk maju ke Q2, ketimbang melacak ban yang pas dan set-up daya tahan untuk lomba,” kata manajer tim Yamaha, Massimo Meregalli mendukung pendapat Dovi.

Dengar-dengar sih, suara dari yang menentang ini hanya masuk telinga kanan dan tembus ke telinga kiri Dorna sebagai penyelenggara. Kata mereka Dorna menulikan dan membutakan matanya. Maklum untuk balapan yang seru. Nah kalau sampeyan memilih yang mana? Miolo

BAGIKAN