nhk

MotoGP 2017: Lorenzo Bilang Ducati Mudah Dikontrol, Kok Beda Dengan Hasil Test

Lorenzo Ducati 2017

ManiakMotor – Boleh-boleh saja klaim Jorge Lorenzo ketika peluncuran Ducati Desmo 2017, bahwa itu motor enak di tangannya. Tentu saja enak didengar oleh fans dan para petinggi Ducati.Kenyataannya, catatan waktunya saat test pertama Valencia pada November tahun lalu, masih kalah. Itu bila diukur dari sosok Lorenzo yang berspesifikasi lima kali juara.

Parameternya juga ada, terutama dari pemain MotoGP yang sama-sama pindah merek 2017 ini. Misalnya dari Maverick Vinales yang menggantikannya di Yamaha. Atau bahkan dengan Andrea Iannone yang hengkang dari Ducati lantaran masuknya Lorenzo. Vinales dan Iannone dari akumulasi dua hari berada di posisi ke-1 dan ke-4. Lorenzo hanya ke-8 atau masih tertinggal 0.8 detik dari tercepat.

Tapi omongan Lorenzo dalam peluncuran itu, seolah Ducati telah kepegang oleh gaya balapnya. “Pertama kali bersama motor (Ducat) dan tim, kemampuan saya menaiki Ducati menakjubkan. Mudah manjaga kontrol Ducati ketika menikung, apalagi di trek lurus. Itu kejutan hebat,” sebut Lorenzo yang saat bicara telah memakai wearpack Ducati bersama motornya yang digunakan 2017.

Kalau performa Ducati di trek lurus, percaya deh. Usai melaju kencang menghadapi belokan, itu yang jadi pertanyaan. Sampai berakhir 2016 manuver membelok masih jadi tuntutan pembalap lama mereka. “Usai test Valencia kami sudah berhasil membangun motor baru. Tinggal memastikan motor itu langsung layak pakai. Tapi namanya balap, motor harus terus dikembangkan seetiap detailnya. Sekarang kami punya Lorenzo, dia lima kali memenangkan juara dunia. Tak ada alas an, mengapa Ducati tak bisa melakukannya,” timpal Luigi Dall’Igna, General Manager of Ducati Corse Luigi Dall’Igna

Hari pertama tes Valencia, Lorenzo ketiga. Mungkin ini yang disebut hebat dan langsung menyatu. Di hari pertama itu dia hanya kalah dari dua motor bekas yang dibelanya. Sayang juga, saat itu, Lorenzo masih ada ikatan kontrak dengan Yamaha, sehingga dilarang bercerita. Di hari kedua tes, ya itu tadi, dia hanya ke-8, walau catatan waktunya lebih cepat dari hari pertama.

Ok deh, dipelajari lagi omongan Lorenzo saat tes serius di Sepang, Malaysia pada 30 Januari – 1 Februari 2017. “Saat pertama kali ke Yamaha, langsung beradaptasi dengan baik dengan Yamaha. Di Ducati, orang berpikir, saya pakai motor ‘gila’ yang sulit dikendalikan. Tapi faktanya, pertama naik motor ini berjalan dengan baik. Saya nyaman menikung bulat-bulat,” tegas lagi Lorenzo belakangan dalam wawancara khususnya dengan media dan tidak menampik catatan waktu saat test di Valencia jadi tolok ukur saat ini. Ito

 

BAGIKAN