nhk

MotoGP 2017: Marquez Menang Di Misano, Tancapkan Tonggak Sejarah Teknologi

Marquez, cakram karbon, motogp
Cakram karbon yang ditutup agar menjaga suhu minimum

ManiakMotor – Kemenangan Marc Marquez di Misano, Italia, pekan lalu (10/9) menandai tongak sejarah di arena motogp. Pembalap Honda tersebut pertama kali memenangkan balapan basah mengandalkan rem cakram karbon. Sedangkan dua Ducati, Petrucci dan Dovi masih menggunakan versi baja klasik.

Sukses Marquez ini menguburkan mitos rem karbon tak bisa diandalkan di balapan. Brembo sendiri sudah mulai bekerja untuk menantang ketidakmungkinan itu sejak beberapa tahun silam. Meski cakram karbon itu sendiri sudah digunakan pada balap motor kelas atas selama beberapa dekade.

Hanya kelemahannya, dalam kondisi basah karbon harus memberi jalan pada cakram baja. Karena, untuk menjamin  koefisien gesekan yang baik, karbon perelu sampai suhu paling rendah 250 derajat celcius. Kondisi ini tentu sangat sulit diraih saat hujan atau basah.

Itu dulu! Teknologi kan terus berkembang, di antaranya tenaga mesin terus naik dan ban berkinerja lebih baik. Tentu, kondisi itu mampu memenuhi permintaan pada komponen rem dan membantu kinerja cakram karbon, dalam keadaan basah sekalipun.

Gencarnya Brembo mulai menggenjot pengujian cakram serat karbon saat hujan dari San Marino. Pada 2015, balapan dimulai kering dan beberapa lap hujan. Semua pembalap masuk pit ganti rem dikonfigurasai kondisi basah, kecuali  Bradley Smith (pembalap satelit Yamaha Tech 3). Kendati suhu trek turun, Smith tidak sulit dengan rem dan finish kedua. Nah, sejak itulah Brembo mulai menguji carkan karbonnya.

Dari segi bobot, cakram karbon yang 1-1,2 kg lebih ringan dari versi baja yang 1,4 kg. Hanya, daya pakai karbon jauh lebih cepat 800 sampai 1.000 km, sedang baja bisa  di atas 50.000 km.

Nah, sukses Marquez ini tentu buka jalan bagi pembalap lain untuk memakainya di balapan berikutnya. Rezki

BACA JUGA

http://maniakmotor.com/klasemen-motogp-2017-moto2-moto3-2017/

BAGIKAN