nhk

MotoGP 2017: Nih, Kesalahan Yamaha, Honda, Ducati Selama Sembilan Ronda Awal

Rossi, balap 2019, motogp

ManiaMotor – Paruh musim 2017 motogp ditutup dengan keberhasilan Marc Marquez memenangkan balapan di Sachsenring. Sekaligus mengukuhkan dirinya sebagai “king of Sachsenring” dan mengambil alih pimpinan klasemen dari Dovizioso. Ada beberapa pengamat di kelas utama ini coba memberikan pandangan, di antaranya Carlos Penat yang coba melawan arus.

Maksudnya, ia melirik dari sisi kesalahan yang dilakukan tim. Pertama, Yamaha. Tudingannya, mereka tidak mendengar keluhan Rossi sejak tes musim dingin dan terpanah oleh penampilan pendatang barunya, Vinales yang terus menjadi tercepat. Bahkan berlanjut dengan kemenangan pertama di dua seri awal.

Malah bos tim Movistar Yamaha, Massimo Maregalli tegas-tegas memojokkan Rossi. Katanya, Doctor terlalu banyak permintaan. Itu karena berkaitan dengan usia dan performanya. Sudah begitu, dalam tes maupun latihan resmi di awal-awal seri, Vale sangat irit berada di atas M1. “Pokoknya, saya memberikan segalanya buat Yamaha,” ujarnya.

Soal sasis yang didengung si gaek dan akhirnya dipenuhi di Assen. Rossi mampu membuktikan analisisnya dengan memenangkan balapan. Perkara tidak berlanjut ke Sachsenring lantaran  adanya perubahan dari trek, permukaan aspalnya baru. Namun, start dari kesembilan ia mampu finish kelima dan Vinales dari 11 berada di depan Rossi. Artinya, ada progres dari M1 untuk musim paruh kedua.

Kesalahan lain disinggung Penat, tunjukkannya pada Lorenzo. Fakta, katanya, memilih mantan pembalap Yamaha sebuah keputusan yang bisa mengancam atmosfer untuk jangka panjang. Artinya, Ducati keliru besar memakai jasa Lorenzo, terelebih musim ini adanya pelarangan sayap. Meski, di sisi lain kekeliruan itu justru memberi kekuatan pada Dovizioso yang kini menjadi pembalap utama.

Pembalap Italia yang menyumbang dua kemenangan (Mugello dan Barcelona) itu memiliki semua yang dibutuhkannya untuk memperjuangkan gelar. Sedang rekannya, masih berkutat dengan jam terbang, adaptasi, dan harus mengubah gaya balapnyang yang halus ke agresif. Ini tidak sebentar.

Honda di mata Penat lebih ‘mendewakan’ Marquez. Ketika beralih ke mesin Big Bang, Honda membuat RC213V buat Marquez dengan mengorbankan pembalap lain. Jadi, hanya kakak Alex itu yang bisa menunggang RC213V sesuai gayanya.

Nah, dengan libur satu bulan ini, tentu ketiga tim papan atas ini melakukan introspeksi. Mudah-mudahan semua sadar akan kekeliruan. Apalagi, peringkat empat besar teratas sangat ketat( Marquez 129, Vinales 124, Dovi 123, dan Rossi 119) dan tidak boleh berbuat kesalahan mulai ronde ke-10 di Brno (6/8). Rezki

BAGIKAN