nhk

MotoGP 2017 Paruh Musim: Tampil Jeblok, Suzuki Benah Manajemen Tim, Davide Brivio Disorot

Iannone-Rins, Suzuki, MotoGP
Iannone dan Rins, duet yang timpang

ManiakMotor – Hasil jeblok menempatkan Andrea Iannone di pereingkat ke-16 (28 point) dan Alex Rins ke-28 (7 point) setelah melewati paruh musim pertama, tim motogp Ecstar Suzuki mengambil langkah drastis. Padahal, Suzuki dengan formasi Vinales-Aleix Espargaro, sempat masuk dalam tim papan atas. Kondisi yang memprihatinkan ini manajemen tim pun dirombak dan Davide Brivo disorot tajam.

Mulai dari motogp Barcelona, manajer proyek yang dijabat Satoru Terada diambil alih oleh Shinichi Sahara. Nama terakhir ini sudah tidak asing lagi dengan motogp dan ia pun segera melakukan pemangkasan proyek Suzuki di motogp agar sukses.

Sahara baru selesai dengan pegembangan GSX-R1000 dan Suzuki ingin dia kembali ke arena motogp. Karena, saat ia bertanggung jawab untuk tim motogp, ia berhasil menjaga tim tetap kompetitif. Sementara Harada balik berada di belakang meja.

Dengan bergesernya pucuk pimpinan, bukan berarti persoalan beres. Brivio sebagai manajer tim menjadi pusat perhatian dari manajemen operasional. Apakah, pada musim 2017 ini dia melakukan kesalahan? Atau pakah dia hanya boneka Jepang?

Sejak dimulai era motogp dengan mesin 4-Tak pada 2002, Suzuki belum pernah punya performa yang menakutkan. Dari 2002 sampai 2011, hanya satu keemenangan diraih pembalap Chris Vermuelen di Le Mans, Perancis, saat lomba berlangsung hujan pada 2007.

Kemudian, saat mesin empat silinder baru selesai dikembang sebagai pengganti V4 pada 2015, Suzuki menggebrak melalui duet Vinales-Aleix Espargaro. Seekali menang di Silverstone dan konstan menjaga posisi enam besar. Nah, dengan penggantian manajemen ini apakah bawa perubahan? Rizki

BAGIKAN