nhk

MotoGP 2017 Pasca Amerika: Valentino Rossi ’Preman’ Sirkuit? Di Situlah Bumbunya

46-rossiAmerika 2017-c
Usai menghindari dari Zarco, dianggap potong jalur dan dihukum 0.3 detik

ManiakMotor –Judul di atas hanya penarik. Siapa pun nama besar MotoGP dalam dua dekade yang punya kans jago di MotoGP pada akhirnya bersinggungan dengan Valentino Rossi, selagi dia masih ada di MotoGP itu sendiri. Dari zaman Max Biaggi, Sete Gibernau, Casey Stoner dan bahkan dengan Alvaro Bautista. Sampai yang terkini Jorge Lorenzo dan Marc Marquez. Nama-nama yang disebut ini, punya persoalan sendiri dengan Rossi di lintasan dan di luar lintasan.

Bolelah salaman, di lintasan beda urusan

Kemarin 22-23 April 2017 di sirkuit Austin, Amerika, ada dua kejadian yang jadi topik. Dua-duanya berkaitan dengan Rossi. Saat kualifikasi, ia dianggap oleh Maverick Vinales menghalangi dan menggiringnya. Saat race senggolan dengan Johann Zarco yang membuatnya dipenalti 0.3 detik setelah finish. Tapi Rossi tetap kedua, hukuman tidak berpengaruh, kerena yang ketiga Dani Pedrosa ditinggal 2 detik lebih.

Seperti biasa, Rossi punya pendepat sendiri. Katanya dengan Vinales saat kualifikasi dia berada di depan. Mana tahu siapa yang dari belakang. Dengan Zarco, apalagi. Dia mengingatkan Zarco bahwa dia bukan balap di Moto2 lagi. Tapi di balapan para senior yang malah disebut premier class atau balapan para raja. “Jadi race director ndak boleh menghukum saya. Cara itu dilakukan agar keduanya nggak jatuh,” kata Rossi yang tetap melihat Zarco pembalap cepat di masa depan.

Juga sama-sama sudah klarifikasi. Tapi juara dunia, urusan masing-masing

Bisa jadi preman tanda kutip seperti judul, bisa pula security lintasan yang juga tanda kutip, bisa pula strategi cerdik dan pembalap pembawa berkat. Rossilah yang mengingatkan tata karma bermain MotoGP pada mereka yang bermain tanpa seni. Kelas ini menjadi tingkat tertinggi.

Cara lombanya harus ‘berpendidikan’ seperti yang diingatkan Rossi. Ah itu hanya analisa portal ini, dan silakan nggak setuju. Namanya juga demokrasi. Cara Rossi itu seperti menasehati mereka dan malah terlihat jadi semacam preman. Preman itu dari bahasa Belanda yang disebut vrijman. Kamu tahu sendiri, preman itu seperti apa.

Atau sebaliknya, para anak muda yang datang ke MotoGP si Rossi menjadi sasaran yang harus diajak duel. Menang duel dari The Doctor, kebanggaan tersendiri buat mereka. Apalagi sekelas Vinales dan Zarco. Keduanya saat Rossi sudah senior di MotoGP, mereka baru mau menancapkan cita-cita jadi pembalap MotoGP. Sama saja dengan yang lalu-lalu, Rossi harus dikalahkan karena pamornya di luar dan di dalam sirkuit seperti terjadi pada Biaggi dan Gibernau.

Itulah yang membuat Rossi selalu berhadapan dengan mereka. Dorna penyelenggara MotoGP tahu itu. Dan di situlah bumbu MotoGP dengan adanya sosok Rossi. Nggak ada Rossi nggak rame. Miolo

BACA JUGA

Hasil MotoGP Amerika 21, 22, 23 April 2017 Moto3 Dan Moto2

Klasemen MotoGP 2017, Moto2, Moto3 2017

BAGIKAN

Warning: A non-numeric value encountered in /home/maniakmo/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 353