nhk

MotoGP 2017: Pendapat Rossi Point Ketat Jelang Ronde 9, Pensiun Kalau…!

46 Rossi Sachsenring2017b

 

ManiakMotor – Sejak 1993 baru kali ini sampai separuh lomba point sangat ketat. Delapan laga lalu, sudah ada 5 pemenang. Posisi 5 pun masih selisih 28 angka dari yang memimpin klasemen. Keempat hanya beda 11 point, ke-3 terpaut 7 point dan kedua hanya 4 point. Ketat memang dan sampai ke-5 itu masih punya kesempatan sama.

Menurut Valentino Rossi dalam wawancara khususnya di Sachsenring, Jerman pada Kamis 29 Juni 2017 lalu, itu karena motor. Katanya motor sama kuat. Akan tetapi, kekuatannya terbagi-bagi. “Ada yang karakternya bagus di sikuit tertentu, tapi bermasalah pada sirkuit yang lain. Karenanya, setiap seri situasinya berubah,” sebut The Doctor-nya balap motor tersebut.

Lagi pula sebenarnya fokus wawancara yang dimuat di MotoGP.Com ini ingin menanyakan kelanjutan kontrak tahun depan. Tapi dicampur adukan dengan perjalanan MotoGP 2017 ini. Kata The Legend, dari 8 seri lalu, tingkat performa antar pembalap juga rata. Masing-masing sangat prima. Banyak kejutan, ada pembalap yang tidak diunggulkan, bisa memenangkan balapan. Itu magnet buat MotoGP, penggemar nggak ngatuk di depan televisi. Buat pembalap, itu berat, bro untuk lolos dari pertarungan.

Strategi Rossi dalam pertempuran ketat dan sulit memprediksi yang akan unggul, dia hanya mengikuti ritme serial. “Biasanya setelah tujuh atau delapan ronde,  ketahuan tuh siapa saingan sebenarnya. Itu mudah mengukurnya. Tahun ini, setiap akhir pekan berubah peta klasemen. Ketika klasemen sangat rapat, ketelitian kuncinya. Contoh ketika motor oke dan ban cocok, usahakan jangan membuat kesalahan dan wajib menang,” tambah Rossi.

Tibalah pertanyaan soal kontrak yang sama saja kapan pensiun? Umur 38 tahun dan sudah 21 tahun dengan energi yang sama,  belum jenuh berlatih, berpikir, dan sebagainya untuk kerja keras. Apalagi tahun depan atau 2018 kontraknya habis dan pertengahan tahun dia sudah ditodong lanjut kontrak atau tidak? “Kalau itu lihat dulu awal musim tahun depan. Kalau masih kompetitif, inginnya lanjut kontrak. Kalau sudah di belakang terus, ya pensiun,” pasrah Rossi yang masih berharap awal tahun depan masih bisa melawan para anak muda agar kontrak berlanjut.

Dia juga bilang, kemenangan dan bermain di papan atas, itu energi alamiah buat seorang pembalap seperti dirinya. Capek mah lupa kalau menang mulu. Miolo

BACA JUGA

Klasemen MotoGP 2017, Moto2, Moto3 2017

BAGIKAN