nhk

MotoGP 2017: Nih, Kekurangan M1 Di Mata Rossi Dan Vinales, Hasil Up-And-Down

ManiakMotor – Usai menjalankan separuh musim (sembilan ronde), para pembalap mendapat istirahat satu bulan. Bagi Valentino Rossi dan Maverick Vinales, rehat yang lama itu tidak bisa melemaskan otot, meredakan pikiran dan ketenangan mereka.  Yamaha M1 jadi andalan belum sesuai harapan. Malah, keduanya membocorkan kekurangannya, tentu sesuai dengan kapasitasnya.

Rossi bilang performa M1 sekarang ini up-and-down. Seperti dikeluhkan Vinales, itu lantaran kekuatannya ‘kurang dan kurang’ dalam beberapa seri terakhir. Pembalap Spanyol itu menegaskan bahwa Yamaha sendiri seperti sedang ‘bingung’.

Perkiraan MVK sikit ada benarnya. Rossi sebagai senior yang kaya pengalaman sempat terheran-heran. “Di Sachsenring, juga seri-seri sebelumnya, kami punya perasaan yang sangat berbeda antara satu trek dengan trek lain, terutama dengan ban,” sebutnya yang sebelumnya persoalan itu ditenggarai dari sasis yang mudah berubah saat dapat aspal kurang grip. Padahal ban dari sirkuit ke sirkuit tipenya sama, apalagi mereknya, ya tetap Michelin, hehe.

Soal ban ini, MVK tegas-tegas sudah mengkritik pedas sejak di Jerez. Selain karet bundar, dirinya mempersoalkan elektronik yang katanya tidak bekerja dengan baik. Waktu tempuhnya banyak terbuang dalam akselerasi. Bagian depan motor ok, pengereman dan masuk tikungan enak punya. Eh…begitu grip gas diputar, teratas lamban (kehilangan waktu),” keluhnya.

Perkara elektronik, Rossi tidak tahu dengan masalah rekan setimnya. Hanya, diakui bahwa dalam hal akselerasi kalah sama motor lain. “Sepertinya kurang traksi karena ke luar dari tikungan roda berputar lebih banyak,” tambah Rossi yang artinya bukan masalah mesin, tapi grip yang hasilnya traksi.

Adanya sasis baru yang dipakai di Assen dan Sachsenring, Vinales merasa tidak cocok dengan gaya balapnya. Juga tidak seenak saat di ronde pembuka dan kedua yang dimenanginya. Kalo bisa disingkirkan, ia paling duluan tunjuk tangan. Tapi, itu  tim dan dirinya tidak bisa memutuskan sendiri.

Jadi, ketika tes private di Brno (jadi ronde ke-10, awal Agustus), pertengahan Juli ini, Rossi dan Vinales akan kerja keras. Karena, keduanya masih sangat terbuka mengejar juara dunia. Apalagi selisih angka sangat rapat antara Marquez sebagai pemuncak dengan 129 sama Vinales (124), Dovi (123) dan Rossi (119). Ada yang tergelincir di Brno, so pasti melorot. Rezki

BAGIKAN