nhk

MotoGP 2017 : Sukses Marquez Empat Kali, Honda Ditinggal Livio Suppo, Ada Apa?

Livio, HRC, Motogp
Livio (kiri) bersama Nakamoto-san. Boleh jadi, cabut lantaran tidak ada Nakamoto

ManiakMotor – Sukses Marc Marquez merebut juara dunia keempat kali harus dibayar mahal. Sehari menyandang gelar, keluarga Repsol Honda Team dikejutkan dengan mundurnya Livio Suppo. Kepala tim HRC merangkap Direktur Komunikasi dan Pemasaran yang sukses mengangkat pamor Honda di kancah motogp setelah ditinggal Valentino Rossi.

Livio bukan orang baru di arena balap kelas para raja. Orang Italia yang masih jomblo itu sudah berkecimpung sejak 1999 bersama Ducati. Baru pada 2003 ia terlibat di tim pabrikan Italia sampai 2009.

Livio semasa di Ducati yang sukses menghantar Nicky dan Stoner juara dunia

Kiprahnya di tim merah itu dinilai sukses. Gelar juara dunia dapat direbut Ducati melalui pembalap Casey Stoner. Livio coba dipertahankan dengan diangkat sebagai direktur proyek motogp. Misi lainnya, menahan Stoner tidak cabut dari Ducati yang akhirnya menyebrang juga ke Honda pada 2011.

Jabatan itu hanya diemban setahun di Ducati. Nakamoto-san, petinggi HRC merayunya untuk bergabung membangun HRC. Karena, sejak ditinggal Rossi sampai 2011 Honda hanya sekali juara dunia melalui Nicky Hayden. Dan tawaran itu diterimanya pada 2010.

Tadinya, Livio mengaku berat meninggalkan Ducati. Ketika ditanya prestasi terbaiknya antara di dua pebrikan itu, ia masih bilang di Ducati. Sebab, sebagian hidupnya di situ. Bahkan proyek motogp Ducti merupakan idenya, termasuk merangkul Bridgestone atas dorongannya. Akhirnya, Ducati satu-satunya perusahaan Eropa yang memenangkan gelar sejak MV Agusta.

Nah, Honda di bawah kepemimpinannya pun bisa dibilang sukses besar. Empat gelar juara dunia pembalap dan lima kali juara dunia konstruktor dikantongi Honda. “Ada banyak kenangan indah, karena itulah saya pikir ada baiknya pergi sekarang. Tahun depan, kalender saya ‘wow, tambah lagi’. Setelah bertahun-tahun akhir pekan Anda lewat di rumah, tentu sulit untuk memiliki kehidupan soail dengan keluarga dan teman-teman,” alasan Livio mundur.

Tidak ada konflik kepergiannya. Ia melihat manajemen tim balap Honda cukup kuat dan ditinggalnya pun tidak berpengaruh. Apalagi, formasi pembalap sangat kuat saat ini. Rezki

BAGIKAN