nhk

MotoGP 2018: Ducati Desmosedici GP18 Lebih Ke Gaya Lorenzo, Bagaimana Nasib Dovi?

Dovi-Jorge, Dua Arah, MotoGP
Lorenzo dengan fairing 'Hammerhead', sedang Dovi tidak suka

ManiakMotor – Ducati sukses menghidupkan suhu persaingan musim ini, mengoleksi enam kemenangan, dan runner-up dunia 2017 melalui seorang pembalap Andrea Dovizioso. Bisakah skuad Borgo Panigale melonjakkan prestasi atau minimal menyamakannya? Masalah, Ducati betarung di 19 trek dengan mengandalkan dua arah.

Prestasi yang diraih Dovi tercatat sebagai yang terbesar kedua setelah Casey Stoner menyumbangkan gelar juara dunia 2007. Ditinggal pembalap Australia, para insinyur Ducati Course harus membuang banyak fitur unik pada Desmosedici demi untuk meladeni permintaan Valentino Rossi.

Gigi dengan kedua pembalap andalan. Siap meladeni dua gaya yang berbeda

Fitur yang dirombak itu seperti teknologi mesin Screamer diganti dengan konfigurasi Big-Bang. Hasilnya, The Doctor sulit naik podium pertama. Trus, saat ditinggal Rossi, para insinyur membuang sasis serat karbon.

Masuknya Gigi Dall’lgna pada 2013 juga telah mengubah teknologi Desmo. Terutama arah putaran poros engkol (crankshaft) untuk memperbaiki kemudi. Dalam perjalanan empat tahun,  Ducati Desmo menjadi kekuatan yang diperhitungkan. “Jika Anda ingin bersaing, motor harus menyesuaikan dengnan ban, yang secara efektif keseluruhan grid menjadi homogen,” jelas Gigi.

Hanya, Gigi harus kerja keras dengan kedua pembalapnya. Karena, Dovi dan Lorenzo punya karakter dan gaya balap yang berbeda. Pembalap Italia tidak suka dengan fairing Hammerhead dan hanya sekali pakai di Austria. Itu karena punya tiga jalur lurus dan salah satunya didahului tikungan tajam dan harus pakai gigi satu, sehinggga perlu tekanan agar tidak terjadi wheelie.

Sedang Lorenzo sangat menyukai Hammerhead yang sudah direvisi sejak trek Brno dan seterusnya. Karena, downforced yang dihasilkan memberi kontak pada roda depan yang baik di tikungan. Makanya, Ducati berani membayar mahal juara dunia tiga kali dengan 12 juta dolar Amerika karena butuh gaya balapnya yang halus.

Seperti dibilang kepala insinyur Lorenzo, Cristian Gabbarini. “Saya pikir, pada 2018 motor akan lebih dekat dengan gaya menunggang Jorge. Jika kita bisa memperbaiki beberapa area di motor untuk Jorge, maka setiap pembalap Ducati akan menikmati penyempurnannya,” tegas Gabbarini.

Lantas bagaimana dengan Dovi? Ini tantangan buat Dall’lgna menemukan kompromi untuk Dovi yang memberinya sedikit wheelie. “Tidak ada masalah punya dua pembalap beda gaya. Gigi sangat pandai mengatasi hal itu dan teknologi menarik sudah dipersiapkan buat kedua pembalapnya,” tutup Gabbarini. Rezki

BAGIKAN

Warning: A non-numeric value encountered in /home/maniakmo/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 353