nhk

MotoGP 2018: Jorge Lorenzo, Tahun kedua Tanpa Kemenangan Adalah “Sengsara”

Lorenzo, tes valencia, motogp

ManiakMotor – Target atau ambisi bisa tercapai juga bisa meleset. Bagi Jorge Lorenzo, di tahun kedua bersama Ducati Desmosedici GP18 harus menorehkan kemenangan. Tanpa itu, katanya tidak bisa diterima, lebih tepatnya ‘sengsara’.

Musim pertama mantan pembalap Yamaha bersama skuad ‘Red’ agak tandus. Tertinggi hanya podium ketiga dan diakhkir menduduki peringkat ketujuh. Sebetulnya, tidak jelek juga.

Karena, peralihan dari Asia ke Eropa tidak gampang. Apalagi, JL cukup lama bersama Yamaha sehingga karakter M1 sudah menyatu bersama tubuhnya. Ketika pindah ke GP17 yang sifatnya liar, meski dalam adaptasi Lorenzo masih mampu naik podium. Bahkan di lomba-lomba tertentu, pembalap Spanyol sempat memimpin.

Cristian Gabarrini, kepala kru Lorenzo yakin pembalapnya bisa surprise. “Pada awal musim kami fokus pada kepercyaan diri Lorenzo dengan motornya. Tahun depan, ia harus selalu di posisi lima besar dan akhirnya berjuang raih kemenangan,” tandas Gabarrini.

Dalam pandangan Gabarrini, Lorenzo mampu mempertahankan “esensi” dari gaya membalapnya ketika menyesuaikan diri dengan karakteristik Ducati. Dengan Yamaha, bilang Gabarrini, JL: tahu bagaimana motornya akan bereaksi. Tapi, sama Ducati dia harus belajar. “Terpenting, ia belum kehilangan gaya dan esensinya,” pujinya. Rezki

BAGIKAN