nhk

MotoGP 2018: Kawasaki Nggak Kuat Rp 1 Triliun Setahun Di MotoGP

Kawasaki Mahal MotoGP

ManiakMotor – Kawasaki pernah muncul juga di MotoGP, walau tidak membawa merek penuh seperti mereka di WSBK. Tepatnya pada 2008 si Kawak meninggalkan teknologi MotoGP walau saat itu hanya pemasok mesin pada tim-tim gurem. Sejak saat itu, si Ijo ini dominan di balapan moge.

Dipancing-pancing untuk masuk ke MotoGP dengan tim pabrikan, kelihatannya mereka ogah. Nggak mau rugi dan kecebur akhirnya kelelep di MotoGP yang menurut mereka sangat mahal. “Betapa tidak, buang duit di MotoGP sekitar 45 juta Euro. Itu uang semua. Kalau mau berprestasi itu dana harus dua kali lipat,” sebut Biel Roda, PR manajer Provec yang tak lain manajemen pemasaran yang menangani Kawasaki Racing Team di WSBK.

Kalau dirata-ratakan untuk bersaing di papan atas, butuh Rp 1 triliun. Waw duit semua coy. “Memang di MotoGP, ada bagian teknik yang harganya sulit dihitung. Di MotoGP banyak perubahan teknis yang dilakukan saat seri berjalan. Itu tidak terjadi di WSBK. Plus teknologi canggih agar bisa bertahan di level yang atas,” tambah Roda yang bukan velg dan ban.

Semua itu butuh struktur yang mahal untuk bikin tim yang kuat. Berbeda dengan WSBK yang lebih kurus strukturnya. Kalau kurus, makan dananya juga sikit, hehe. Kalau gemuk, banyak makan dia. Karena itu, markas besar Kawasaki di Jepang, hitung-hitungan secara ekonomis. Toh, target mereka di WSBK kayak juga berhasil tuh. Jonathan Rea dan Tom Sykes merejalela di antara perserta merek yang banyak dari pada MotoGP.

Seperti kata si Roda, target mereka menjangkau konsumen sudah berhasil dengan WSBK. “Beda dengan MotoGP, sponsor di sana berinvestasi untuk program televisi. Sedangkan penonton superbike kami giring beli motor bermerek Kawasaki. Karena secara tekniks, media, dan sebagainya berbeda antara MotoGP dan WSBK,” pungkas si Roda yang artinya, Kawasaki belum tertarik pada MotoGP.

Kaleee aja itu sementara ini. Miolo

BAGIKAN