nhk

MotoGP 2018: Marc Marquez Jatuh Bangun, Hasilnya Set-Up Motor Maksimal

MARQUEZ, ARAGON QP, MOTOGP

ManiakMotor – Janganlah heran Marc Marquez jatuh-bangun. Tercatat 27 kali dia jatuh, tapi sebenarnya didapatnya ketika sedang membangun setelan motor untuk lomba. Maksudnya, ketika sesi latihan. Saat balapan dia sudah tenang lantaran motornya sebelumnya sudah diuji di atas limit.

Kan kelemahan motor bisa didapat hanya dengan cara menggebernya di atas limit. Kata pembalap sudah di atas 100 persen, akan muncul kelemahan motor. Saat itu juga bisa diobati motornya agar nyaman saat mengarungi kecepatan lomba yang selalu lebih ‘pelan’ dari QTT. “Itu cara cepat menemukan kelemahan sekaligus memperbaiki motor yang sulit dilakukan saat hanya bermain 95-96 persen,” sebut Kevin Schwantz, mantan juara GP500 pada 1993.

Saat sama Schwantz memperingatkan Marquez soal caranya tersebut. Untuk saat ini dengan tulang-tulang Marquez yang masih muda, dia nggak dapat cidera berat. “Namun suatu ketika bikin kesalahan fatal, cidera pasti muncul. Paling kecil patah, memang mudah disembuhkan. Tapi akan mengganggu point untuk kejuaraan,” tagas Schwantz.

Itu urusan Schwantz dan Marquez. Penegasan pada tulisan ini, sosok seperti Marquez memang bekerja kerasa dulu, hasilnya dipetik ketika lomba. Saat lomba dia bisa memperlakukan RC213V-nya ‘sesuka hati’. Karena itu tadi, limit kemampuan motor telah disetelnya sebelum lomba alias dari sesi latihan sampai kualifikasi sampai jatuh bangun tersebut.

Dengan umur 25 tahun pada 2018 nanti, jatuh bangun kemungkinan masih akan terjadi pada Marquez. Tentu untuk segera mendapati setelan motornya yang mumpuni ketika race pada setiap sirkuit. Kecuali dia mendengar nasehat Schwantz, kemungkinan juga juaranya akan terbang. Sebab dengan jatuh bangun saja, dia nyaris kalah dari Andrea Dovizioso. Ingat keduanya punya juara seri yang sama 2017. Miolo

BAGIKAN