nhk

MotoGP 2018: Valentino Rossi, Superstar Tanpa Tanggal Kadaluwarsa

 

ManiakMotor – Begitu wartawan Gunther Wiesinger menjuluki The Doctor. Jelas sekali maksud dari judul di atas, terutama mengenai karirnya di kelas premier yang akan diumumkannya pada musim semi ini. Kendati karirnya segera berakhir, ia masih dibutuhkan dalam GP.

Dibilang tanpa kadaluwarsa, diusia yang 39 tahun Februari nanti dirinya masih semangat membalap. Sampai-sampai Cal Crutchlow menjulukinya ‘Rossi ia a race day man’. Meski gagal mengejar gelar ke-10, ia tiga tahun berturut-turut mampu menjadi runner up dunia (2014 – 2016). Inilah yang menguatkan semangat dan keputusannya untuk tetap balap.

Masa suram bersama Ducati

Sementara mulai era GP sampai Motogp, para pembalap legendaris seperti Giacomo Agostini pensiun usia 36 tahun. Kemudian Barry Sheene, Eddie Lawson, Freddie Spencer, Wayne Rayne sampai Kenny Robert Sr pamit tidak lebih dari 35 tahun. Lebih tragis Casey Stoner melakukan pensiun dini di usia 27 tahun.

Tak heran, banyak pihak masih bersedia menerimanya. Mulai dari Yamaha, Dorna, Dainese, AGV, Michelin, semua siap menggelar karpet merah di depannya.

Wiesinger mencium dibalik semangat Rossi yang tinggi ada satu ambisi yang ingin dicapai kelahiran urbino, Italia. Dengan modal 115 kemenangan, ia bersaha memecahkan rekor sepanjang masa 123 kemenangan milik Agostini. Tinggal butuh 8 kemenangan, itu sangat mungkin asal didukung tunggangannya. Satu lagi, menyamakan rekor Agostini juara dunia GP  sebanyak 8 kali.

Saat masih berlaga di GP 125 cc

Seandainya kandas, Rossi masih punya kebanggan lain. Ia satu-satunya pembalap yang berlaga di 125 cc, 250 cc, 500cc, 990 cc, 800 cc dan GP 1000 cc (empat terakhir merupakan kelas puncak). Ia menyandang juara dunia motogp dengan dua merek dan pembalap membela tiga pabrikan (Yamaha, Honda, Ducati). Sudah merasakan mesin 2-Tak dan 4-Tak serta teknologi satu silinder, dua, empat, lima dan kembali ke empat silinder.

Tidak ada pembalap yang mengalami begitu banyak perubahan dan mengalami begitu banyak revolusi teknis. Termasuk dengan ban sudah mencicipi tiga merek (Dunlop, Michelin, Bridgestone).

Kembali ke judul, Rossi superstar tidak bisa ditolak lagi. kepopulerannya sudah diterakan sama Lional Messi (pesepak bola), Roger federer (petenis), Usain Bolt (atletik) dan  Marcel Hirscher. Setiap Rossi tampil, pada granstand tertentu dipenuhi bendera, kaos dan topi kuning bertuliskan #46 atau wajahnya.

Bentuk animasi dan berbagai adegan yang bertahun-tahun inilah membuatnya populer. Ditambah, ia entertaiment lomba, sehingga penampilannya acap ditunggu, walau hasilnya kurang bagus.

Kita tunggu penampilannya di 2018. Rezki

BAGIKAN