nhk

MotoGP 2019: Hanya Ke-10 Di Tes Sepang, Rossi Tetap Ancaman Pada Kecepatan Balapan

ManiakMotor – Coba buka data tes pramusim beberapa tahun terakhir. Terlihat jelas kalau Valentino Rossi memang bukan jagoan dalam sesi testing karena kalah mulu. Jadi, hasil tes Sepang yg cuma 10 Besar belum bisa jadi ukuran seberapa loyo atau seberapa garang nanti The Doctor dalam kompetisi 2019.

Rossi sendiri sebut tes Sepang hanyalah sementara namun sangat penting untuk evaluasi tim. Soal perasaan, katanya, campur sari alias ada bagian yang ia senang dan ada bagian yang harus ditingkatkan. “Jika balapan digelar besok kami pasti kelabakan. Karena itu tes Losail akhir bulan ini lebih krusial,” ujar Rossi yang empat hari lagi dari tulisan ini merayakan ultah usia 40.

Soal kecepatan dalam satu lap (single lap) ia akui M1 masih kalah dari pesaing. Namun ia tak terlalu risau, karena kecepatan konstan teman setimnya Maverick Vinales sangat bagus. Kalau M1 Vinales oke, menurut Rossi seharusnya milik dia juga mendekati atau sama baiknya. Begitu pula single lap.

Maka Rossi menyambutnya dengan optimis, karena masih ada waktu untuk perbaikan. Lagipula sejak tiga tahun lalu memang mereka selalu kalah di single lap, dan itu tampak jelas saat kualifikasi.

“Tapi, soal race pace, kami tak terlalu jauh. Juga arah perbaikannya jelas, ketimbang dua tahun belakangan,” katanya dan itu salah satu poin yang bikin Rossi masih penuh semangat menuju tes berikutnya di Qatar. Dia akan uji M1 2019 dalam kondisi suhu dan karakter sirkuit berbeda.

Data tes Sepang menunjukkan Rossi memang spesialis balapan. Dari 62 lap pada hari terakhir tes ia memang hanya sekali mencatat waktu tercepat. Tapi, ia tercatat 8 kali ukir waktu 1:59, dan 15 kali catat waktu kisaran waktu 2:01.

Kalau dipersentase maka ia cetak waktu di bawah 2 menit 1 detik sebanyak 39%. Artinya ia masuk enam besar katagori race pace setelah Marc Marqurz (51%), Alex Rins (49%), Danilo Petrucci (47%), Maverick Vinales (46%), dan Stefan Bradl (44%). Andrea Dovizioso hanya 25% dan berada di urutan 13.

Jadi, bukan sekadar ngeles kalau Rossi bilang race pace-nya hanya kalah tipis dengan pesaing. Doski yakin area itu bisa ditingkatkan nanti dalam tes Qatar. Artinya lagi, jangan buru-buru bilang ia sudah terlalu tua pada 16 Februari sudah 40 tahun. Menilai Il Dottore secara utuh hanya bisa dilakukan saat lomba. Bukan saat tes, latihan bebas maupun QTT. Sepanjang race pace-nya masih oke, yah masih bolehlah berharap ia tarung di baris depan. Bone

BACA JUGA

MotoGP 2019: Ulang Tahun 40 Valentino Rossi Istimewa Buat Dorna, Ortunya Juga

MotoGP 2019: Lorenzo Tak Bakal Juara Musim Ini, Jagokan Tiga Joki

MotoGP 2019: Suzuki Alex Rins , Kecepatan 1;58 Bukan Penentu Juara, Tapi Konsisten

MotoGP 2019: Karel Abrahan Dari Test Sepang Ke NHK Indonesia

 

BAGIKAN