nhk

MotoGP 2019: Ingin Seperti Zarco, Luca Marini Ogah Ketemu Rossi di MotoGP

ManiakMotor – Abang ketemu abang, adik ketemu adik. Begitulah yang terjadi dalam keluarga  Valentino Rossi versus keluarga Marc Marquez.

Adik tiri Rossi, Luca Marini, menjadi rider utama tim Sky VR Racing Team di Moto2. Musim ini ia menjadi kandidat kuat menjadi juara dengan salah satu pesaing adalah Alex Marquez yang adiknya Marc tadi.

Rossi sebagai team owner berjanji akan memberikan fasilitas terbaik buat tim Sky demi merebut gelar seperti sebelumnya diraih Franco Morbidelli dan Francesco Bagnaia. Dengan perubahan engine dari Honda (600cc) ke Triumph (765cc), The Doctor memprediksi perburuan trofi Moto2 akan sengit.”Sangat penting menyedikan fasilitas terbaik agar anak-anak menikmati balapan,” kata Rossi.

Marini pun tertantang dan berjanji untuk berjuang menjadi juara setelah duduki peringkat 7 musim lalu. Lantas, jika nanti juara, apakah ia ingin langsung ke MotoGP agar bisa balapan melawan Rossi yang tahun depan masih balapan bareng Yamaha.

“Tentu menyenangkan bila bisa melawannya dalam kelas yang sama. Tapi,  saya tak punya arah ke sana karena harus memikirkan resikonya. Saya tak ingin buru-buru ke MotoGP hanya untuk melawan Valentino tapi dengan motor yang tidak memadai. Saya tak ingin ikuti jejak Franco, tapi ingin seperti Johan (Zarco),” tandas Marini yang satu ibu dengan Rossi.

Risiko yang disebut Marini adalah rusaknya jenjang karir jika buru-buru ke MotoGP. Morbidelli contohnya, yang ia anggap menderita dan tak bisa berbuat banyak saat naik kelas tahun lalu. Sebaliknya dengan Zarco yang tetap sangar saat promosi ke MotoGP.

Kembali ke Rossi. Meski demikian, Marini juga tak menutup kemungkinan naik MotoGP musim 2020 dan selintasan dengan abangnya. “Itu sangat ditentukan situasi pada akhir musim ini. Juga ditentukan bursa pembalap pada musim berikutnya. Saya tak ingin kontrak hanya setahun. Tak bagus dalam upaya peningkatan karir,” imbuhnya.

Wah, repot dong karena umumnya hanya tim pabrikan yang punya kontrak dua tahunan. So, hampir mustahil ia dapat slot di tim utama karena rata-rata kontrak pembalapnya baru kadaluarsa di akhir musim 2020. Ya sudahlah, lawan abangnya di rumah saja! Bone