nhk

MotoGP 2019: Lorenzo Harus Banyak Doa, Cidera Setiap 40 Hari, Tetap Ikut Seri Argentina

ManiakMotor – Jorge Lorenzo disebut mengalami periode paling gelap dalam karirnya. Bukan soal prestasi, tapi cidera yang beruntun. Sialnya lagi, ketika baru pindah ke Honda yang harus beradaptasi dengan RC213V.

Semuanya dimulai pada September 2018 di Aragon, ya tahun lalu. Pembalap Spanyol jatuh di tikungan pertama yang masih dengan Ducati. Setelah itu, Lorenzo masih berusaha ke ronde Thailand, tetapi belum sampai race dia cidera lagi. Maksudnya baru latihan sudah jatuh yang makin menambah cideranya dari Aragon.

Lorenzo berusaha memulihkan cideranya, karena sudah harus beradaptasi dengan Honda, tim barunya. Eh malah pergelangan tangan kirinya (skafoid) cidera saat latihan. Menysul ronde pertama dua kali jatuh di FP3 high side dan di Q1 meluncir. Usai lomba saat diperiksa tulag rusuk pertamanya retak.

“Penyembuhannya memakan waktu juga. Tapi ini tidak menghalangi saya ikut ke Argentina,” kata Lorenzo yang tentu saja bicara sambil sendih. Betapa tidak, selain sesi tesnya ketinggalan alias nggak ikut di Sepang, di tes Qatar pun dia belum terlalu pulih. Disusul jatuh-jatuh pula di ronde pertama.

Dihitung dari GP Aragon ke Qatar, sekitar 160 hari berlalu, Lorenzo darpat empat cedera. Jika diinterval rata-rata 40 hari sekali Lorenzo cedera. Apakah yang di Losail yang terakhir, ya belum tahu. Lomba masih berjalan. Kalau begitu, Lorenzo harus banyak berdoa, hehe. MM

BACA JUGA

World SBK Thailand 2019: Race-1 Bautista Jangoan Balapan Moge, Semua Diasapi..!

Jelang MotoGP Argentina 2018: Ducati Ancam Protes Balik Winglet-nya Honda, Bahaya..!

Jelang MotoGP Argentina 2019: GSX-RR Alex Rins Bersenjata Kecepatan Rata-Rata Dan Akselerasi. Top Speed?

Jelang MotoGP Argentina 2019: Brivio, Suzuki Punya Alasan Jelas Dan Tegas Ikut Protes Ducati

BAGIKAN