nhk

MotoGP 2019: Presentasi Ducati GP19, Ide Baru Teknologi Desmodromic, Mission Winnow..!

ManiakMotor – Ducati lima tahun lalu, tertinggal 2 detik dari lawan-lawan beratnya. Tapi empat tahun belakangan setiap tahunnya merapat. Apalagi sejak diberi konsesi, time Ducati mepet para para pesaing sampai hak konsesi tersebut dicabut. Dua tahun belakang dan bahkan 2018 disebut motor terbaik di grid MotoGP. Hanya keberuntungan membuat mereka belum juara dunia.

Itu sejak Luigi Dall’Igna, Manajer Umum Ducati Corse menangani tekniks Ducati. Awalnya dipaksa untuk mengubah format mesin V yang cenderung ‘L’ agar benar-benar jadi V. Tapi pria yang akrab dipanggil Gigi ini, malah mendahulukan dan memanfaatkan teknologi yang sudah ada di Ducati, tapi dengan inovasi teknologi yang berjalan. 

Contoh Gigi malah memaksimalkan desmodromic yang didukung teknologi terkini. Gigi saat bicara 2015 soal sistem desmodromic jauh berpotensi, karena pembaliknya bukan digerakan oleh pegas, “Harusnya lebih unggul pada ketepatan dari pada sistem lain. Juga tanpa gesekan yang menguntungkan pada semua strata putaran mesin. Rumit memang, tapi saya punya orang-orang Ducati yang punya pengalaman di sini,” sebut Gigi yang akhirnya itu alat makin kejam.

Tapi  tahun ini atau di GP19 disebut-sebut oleh para pakar, Ducati punya konsep V4 terbaru. Juga disebut V4 90 derajat, berarti sama dengan Honda dong. Kata mereka kruk-as-nya mirip betul dengan lawan-lawan mereka dari Jepang, tanpa meninggalkan desmodromic. Diyakini, bikin mesin sama galak di putaran bawah. Juga dimensi lebih ramping. Memang sih belum dibocorkan V4 tersebut benar-benar V.

Gigi saat berbicara pada presentasi Ducati Team 2019 di Swiss pada 18 Januari 2019, selalu meng-up-date teknologi dibutuhkan. Menurutnya, empat tahun belakang Ducati sangat berkembang dengan pemanfaatan teknologi yang berkembang, “Musim 2018 sangat penting buat Ducati. Dari segi teknis kami meningkat. Bahkan di sirkuit secara tradisional sulit buat Ducati, kami bisa menang,” papar Gigi dalam presentasi dan memunculkan livery baru GP19 yang makin merah berani. Juga ada semboyan Mission Winnow Ducati, sekaranglah menang atau juara.

Pastilah mesin dengan desmodromic yang digerakan oleh tuas dan lobe atau bubungan itu, telah dikawinkan oleh Gigi. Diramu dengan elektronik dan pemantapan kinerjanya, termasuk rekayasa V4. Makanya Ducati seperti sekarang. “Kami harus melakukan lebih baik dan meningkatkan lebih dari yang  telah dilakukan dalam beberapa tahun terakhir. Harus punya gagasan baru dan evolusi mencakup semua bidang,” lanjut Gigi.

Penutupnya, Gigi yakin dengan pembalapnya Andrea Dovizioso yang sudah sangat paham akan Ducati, bisa dapat hasil lebih baik. Kalau lebih baik, artinya juara dunia. Kan dua tahun belakangan Dovi hanya runner-up dan dua-duanya kalah dari Marc Marquez dari Honda. Miolo

BACA JUGA

Livery Ducati GP19 Semakin Merah, Kian Berani Untuk MotoGP 2019


Warning: A non-numeric value encountered in /home/maniakmo/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 353