nhk

MotoGP 2019: Rossi Mengaku Tua, Tapi Setahun Kehilangan 20 Detik Di Sachsenring Keterlaluan

ManiakMotor – You tahu sendirilah perjalanan Valentino Rossi di GP Jerman sirkuit Sachsenring pada 5 – 7 Juli 2019. Susah payah masuk Q2 dan harus lewat Q1. Di balapan pun sangat sulit melewati pembalap di kelompoknya dari 6-10. Rossi bermain posisi 9-10.

Akhirnya Rossi finish ke-8 di Jerman yang terpaut 19.110 detik dari yang juara Marc Marquez. Jauh memang. “Saya memang sudah 40 tahun. Tapi kehilangan 20 detik dalam setahun bukan persoalan umur. Itu keterlaluan. Beda usia setahun itu nggak banyak pengaruhnya. Apalagi yang juara tempuhnya hampir sama dengan tahun lalu,” papar Rossi yang tahun lalu kedua di Sachsenring dan hanya terpaut 2 detik dari yang juara saat itu juga Marquez.

Dari omongannya, Rossi membela diri soal umurnya. Yang bermasalah tetap M1 yang digebernya. Solusi yang dibawa dari Assen sebelum dia jatuh, katanya malah nggak ada hasilnya apa-apa. Motornya kadang enak di sesi latihan, tapi kebanyakan nggak nyaman duduk di jok M1 di Jerman.

Kelihatan memang, M1 Rossi nyaris tak ada reaksi akselerasi besar ketika dia ingin menyalip. Selalu nggak nyampe sodokannya. Kurang tarikan untuk feeling overtake. Bahkan kalah cabut-cabutnya dengan Suzuki GSX-RR milik Joan Mir yang sangat susah dileati Rossi. Bukannya membela Rossi, loh. Ketahuan bangat kok di layar kaca.

Rossi mengakui empat ronde belakangan dia sangat menderita dengan motor. “Perlu analisa data dan memahami mengapa??? Motor nggak nyaman dan jauh lebih lambat dari tahun lalu. Bayangkan ketinggalan 20 detik tadi dari tahun lalu. Sangat sulit dimengerti. Perlu menemukan cara yang lebih baik,” tambah Rossi yang di klasemen telah dilewati Maverick Vinales, teman setimnya.

Tentu saja pertanyaan muncul, nape dua M1 milik rekan setimnya bahkan bisa podium dan milik Fabio Quartararo boleh kencang. Termasuk soal penggunaan ban. Vinales saat lomba menggunakan hard yang ternyata bisa dapat grid dengan baik. Sementara, Rossi pakai medium belakang, “Pilihan medium, karena percaya dan diharapkan lebih konstan. Ternyata, di awal lebih lambat dan di akhir lomba banyak deritanya,” kata Rossi.

Rossi menggaris bawahi, masalah bukam di ban. Tapi banyak masalah. Dia juga bilang, ada beberapa perbedaan kecil pada setiap pembalap. Dia contohkan soal sasis. Kubunya telah melakukan beberapa modifikasi, walau tetap pakai sasis yang sama sejak awal seri. “Tapi aku tidak tahu, yang dimiliki Maverick (Vinales). Apakah dia memiliki sasis berbeda. Silakan tanya pada orangnya langsung atau Yamaha,” kata Rossi yang mimiknya berubah saat ditanyakan semakin detil.

Analisa Rossi sendiri, dia dan Franco Morbidelli (Petronas Yamaha) mengambil cara berbeda, dibanding Vinales dan Quartararo. Yang berbeda ini kurang cocok dengan dirinya dan Morbildelli. Lalu yang dipllih Vinales dan Quartararo pas buat mereka. Itu yang akan Rossi  bedah dalam libur musim panas usai GP Jerman ini.

BAGIKAN

Warning: A non-numeric value encountered in /home/maniakmo/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 353