nhk

MotoGP 2019: Tuntutan Pedrosa Mahal, Yamaha M1 Spek Pabrik, Akses Data Bebas

ManiakMotor – Dani Pedrosa jelang MotoGP Catalunya diumumkan akan bicara masa depannya, ternyata hanya pamitan. Dia berterimakasih pada HRC yang 13 tahun bekerjasama dengan dirinya.

Untuk masa depannya dia belum bisa bicara banyak, termasuk opsi ini dan itu. “Saya tak akan buru-buru mengambil keputusan masa depan,” papar Pedrosa yang becanda pada wartawan, bahwa dirinya banyak ditunggu cerita masa depan ketimbang jadi juara.

Masa depan itu yang menjadi isu enak dibaca. Pedrosa diyakini telah berbicara banyak dengan tim baru nanti, Yamaha Petronas. “Tapi dengar-dengar tuntutannya (Pedrosa) sangat menguras keuangan tim,” sebut Lin Jarvis, manajer Movistar Yamaha MotoGP.

Bayangkan, gosipnya Pedrosa walau di tim satelit Yamaha meminta perlakuan yang adil. Contoh, dia berhak mendapatkan motor yang sama dengan pabrikan sesuai tahun berjalan. Persis M1 diberikan pada Valentino Rossi dan Maverick Vinales. Timnya juga berhak membuka data pabrik tanpa terbatas. Ini menurut Jarvis sangat mahal.

Belum lagi soal finansial tim calon satlit Yamaha yang bernafsu menampung Pedrosa. Dikabarkan juga masih sibuk masalah fulus, contoh Marc VDS. Lalu ada lagi Ángel Nieto Martinez. Di saat sama, Dorna yang mensubsidi keberatan kalau nombok terlalu banyak. Dorna juga masih menyimpan opsi 2021 jika si ‘jagoan mereka’ Valentino Rossi pensiun, akan memasukan VR46 Team jadi tim MotoGP.

Sedang donatur yang didengungkan datang dari Petronas dan Sepang, juga meradang akan tuntutan Pedrosa tersebut. Itu tadi kata Jarvis, soal uang yang membuat Pedrosa belum bisa bicara banyak. Raider

BACA JUGA

Jelang MotoGP Assen 2018: Marquez Dan Pedrosa, Main Bola, Bikin 2 Gol