nhk

MotoGP 2019: Untung Rugi Bobot Motor + Pembalap Dihitung Bersama, Pemicunya Pedrosa

ManiakMotor – Pemicu aturan bobot motor dan pembalap dimunculkan adalah Dani Pedrosa. Setelah dia pensiun aturan itu boleh digunakan. Semua tahu, Pedrosa adalah pembalap paling ringan dan mungil. Bobot Pedrosa hanya 51 kg dengan tinggi 160 cm.

Bagi GM Ducati Corse, Gigi Dall’Igna, adanya Pedrosa aturan bobot minimum gabungan sulit diterapkan. “Tapi dengan pensiunnya Pedrosa aturan itu bisa dipertimbangkan kembali, agar lebih adil terhadap mesin dan ban,” papar Gigi tanpa menjelaskan alasan lebih kuat.

Menurut Gigi, pembalap yang lebih ringan selalu diuntungkan pada akselerasi yang lebih cepat. Ban mereka juga awet. Tapi khusus buat Pedrosa memang ada kerugian pada pengereman. Dia harus lebih kuat dalam pengereman dibanding yang bobotnya lebih ringan.

Sebenarnya aturan bobot pengendara dan motor sudah diterapkan di Moto2 dan Moto3. Itu untuk mesetarakan pembalap yang berbobot lebih berat dari yang ringan-ringan. Sehingga lebih adil dalam power to weight ratio alias perbandingan tenaga motor terhadap bobot.

Masalahnya, tenaga motor MotoGP sudah mencapai 300 hp. Di MotoGP, ada untung dan ruginya buat yang ringan dan yang berat, “Bisa saja yang ringan punya top speed lebih baik. Tapi dalam kondisi lain mereka kesulitan. Juga yang berbobot lebih berat diuntungkan dengan postur mereka yang lebih tinggi,” timpal Lin Jarvis yang direktur Yamaha Racing yang kurang setuju.

Saat ini berat minimum motor MotoGP 157 kg. Itu tanpa memperhitungkan bobot pengendara. Dan yang paling berat di MotoGP saat ini adalah Danilo Petrucci dengan 78 kg dan tinggi 181 cm dan Valentino Rossi yang terberat kedua dengan 69 kg dan tinggi 181 cm.

Pastilah masih dipikir-pikir soal aturan tersebut. Lagian Pedrosa juga nggak memasalahkan aturan tersebut sampai dia pensiun. MM

BAGIKAN

Warning: A non-numeric value encountered in /home/maniakmo/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 353