nhk

MotoGP 2020: Ah Yang Benar? Agar Valentino Rossi Membaik, Tiru Langkah Vinales..!

ManiakMotor – Kembali Lin Jarvis bicara panjang lebar yang bukan berarti ‘membual’ atau dia ngigau. Tapi menjelaskan duduk perkara yang akan dicapai tim Yamaha. Termasuk kubu setiap pembalap yang punya hak menentukan kepala mekanik masing-masing. Sepeti langkah Valentino Rossi yang mengganti Silvano Garbusera dengan  David Muñoz sebagai chief engineer baru.

Bagi Jarvis yang dia bicarakan sendiri di Speedweek, langkah Rossi tersebut setelah melihat yang dilakukan Maverick Vinales tahun lalu. Vinales mengganti Ramon Forcada dengan Esteban Garcia. “Hasilnya kan Maverick bangkit dengan dua kali juara. Ada pengertian penyetelan motor di sirkuit langsung antara mekanik dan pembalapnya,” beber Jarvis yang dalam awal Januari 2020 ini sudah tiga kali mengeluarkan pernyataan panjang dan lebar. Mungkin karena dia orang Belanda jadi banyak bicara, wkwkwk. Kayak VOC zaman dulu di Indonesia.

Jarvis lantas bilang. Galbusera dan Forcada adalah teknisi-teknisi terbaik. Bahkan Forcada dengan Jorge Lorenzo meraih beberapa gelar, “Tapi Forcada dengan Vinales belum tentu klik atau cocok. Itu masalah gaya, komunikasi, pendekatan dan interaksi lainnya. Dengan Esteban, Vinales lebih luwes karena keduanya sudah saling kenal  sejak Maverick juara di Moto3,” tambah Jarvis dengan lidah dan bibir menari-nari alias cuap-cuap terus.

Kalau Rossi mungkin mengambil contoh. Memang soal hubungan. Siapa tahu Om Garbusera terlalu om-om dan menuju opa alias kakek. Nggak enak diajak becanda atau gaya kelekar bebas ala anak muda. Apalagi disuruh-suruh seenaknya oleh pembalap. Tapi Munoz yang umurnya sepantar dengan The Doctor akan terjadi hubungan yang lebih ‘bebas’ dengan komunikasi lu gue.

Alenea di atas bukan kata Jarvis, tapi kata penulis portal ini mengandaikan yang akan dibilang Jarvis, hehe, “Semua kembali perbaikan pada M1. Karena sejak bergantinya elektronik menjadi seragam, ada yang salah arah pada motor ini. Akan dikembalikan lewat penyegaran personil tekniks. Dari sisi pabrikan sudah berubah. Dari sisi Valentino juga dengan datangnya Munoz. Dia masih muda dan berbakat. Ini kesempatan Valentino untuk membuka dinamika komunikasi yang lebih dinamis,” tutup Jarvis sembari mengingatkan Munoz sudah bersama Rossi di tim Sky VR46 di Moto2 dengan mengantar Pecco Bagnaia juara 2018.

Begitu omongan Jarvis yang artinya langkah Rossi melihat keberhasilan Vinales 2019 setelah mengganti kepala mekaniknya. Miolo

BACA JUGA

MotoGP 2020: Presentasi Tim Marc Marquez Di Jakarta, Velentino Rossi Di Negara Tetangga

MotoGP 2020: Pol Espargaro Dipuji Habis Oleh KTM, Setia Dalam Suka-Duka, Beda Dari Zarco…!

MotoGP 2020: Yamaha Di Tes Sepang Misinya Tambah Kuat Rossi Dan Vinales

MotoGP 2020: Di Tes Pramusim Sepang, Honda Fokus Karakter RC213V Tetap Marquez..!

 


Warning: A non-numeric value encountered in /home/maniakmo/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 353