nhk

MotoGP 2020: Ducati GP20 Makin Berani, Kan Merah Dominasi Livery-nya..!

Mudah-mudahan juara dunia

ManiakMotor – Palazzo Re Enzo. Itu semboyan para patriotik Italia terhadap Ducati memasuki MotoGP 2020 dalam peluncuran motor mereka pada Kamis 23 Januari malam di Bologna, Italia. Yang mengucapkan itu adalah CEO Ducati Claudio Domenicali dalam presentasinya meluncurkan alat pacu Andrea Dovizioso dan Danilo Petrucci.

“Motor ini lahir dari kompisisi penelitian, teknologi, dan sains yang tak terpisahkan dari sisi manusianya yang punya hasrat, emosi, dan sebuah kerja tim. Dan itu untuk balapan bagian dari Ducati untuk Ducati,” papar Domenicali yang berbicara seperti jendral tentara Roma memberi semangat pada prajuritnya, serrrrrbu…

Ya memang dari penampilan warna dan grafisnya pasti berubalah dari tahun lalu. Kalau ini warna putih hanya sikit sekali yang dominan merah dan hitam. Bahkan tulisan Mission Winnow diubah jadi hitam. Hitam umumnya didapat dari bodi karbon dan plastik yang natural, termasuk karet ban dan velg.

Andrea Dovizioso berbicara pada warna dan grafis, “Pada motor saya GP20 ini, berubah berbagai hal. Misalnya huruf nomor, helm dan juga jenis font pada tulisan. Juga ada tulisan Undaunted yang merupakan kata istimewa. Tetapi itu kembali pada sifat saya dengan fokus pada tujuan sebenarnya,” ungkap pemain berusia 33 tahun dari Italia tersebut. Undaunted sendiri artinya tak kenal takut. Wah beda ya dengan No Fear buat Dovizioso yang tiga tahun belakangan hanya kedua di klasemen.

Rekan setimnya Danilo Petrucci malah bicara kemenangan satu-satunya di Mugello 2019. “Kemenangan yang tak terlupakan, ada emosi di sana. Tahun ini harus banyak seperti terjadi di Mugello. Satu-satunya perasaan yang luar biasa, ketika turun dari podium. Inginnya selalu ada di sana,” kata si Petrux sangat bersemangat.

Sedang urusan perubahan performa Ducati GP20, di tulisan ‘sebelah’ yang fokus pada rangka agar di tengah tikungan tetap laju, di sini. M11

Prestasi Ducati Sejak Ikut MotoGP 2003

2003: Sembilan podium (1 kemenangan, 2 kali kedua, 6 kali posisi ketiga 6x), pembalapnya Loris Capirossi klasemen ke-4 dengan 177 poin dan Troy Bayliss peringkat ke-6 dengan 128 poin.

2004: Dua podium (2 kali ketiga). Pembalap Loris Capirossi di klasemen ke- 9 dengan 117 poin dan Toy Bayliss World klasemen 14 dengan 71 poin

2005: Empat podium (2 kali kemenangan, 1 kali kedua, 1 kali tempat ketiga). Pembalap Loris Capirossi klasemen akhir 6 dengan 157 poin dan Carlos Checa di posisi klasemen ke-9 dengan 138 poin.

2006: Sembilan podium (4 kali kemenangan dengan joki Troy Bayliss sekali menang sebagai pembalap pengganti di Valencia, 4 kali kedua, 1 kali ketiga). Pembalap Loris Capirossi di klasemen ke-3 dengan 229 poin dan Sete Gibernau di kasemen ke-13 dengan 95 poin.

2007: 18 podium (11 kemenangan, 4 kali kedua, 3 kali ketiga). Pembalap Casey Stoner dengan juara dunia lewat 367 poin dan Loris Capirossi di klasemen ke-7 dengan 166 poin.

2008: Sebelas podium (6 kemenangan, 3 kali tempat kedua, 2kali tempat ketiga). Pembalap Casey Stoner peringkat 2 di klasemen dengan 280 poin dan Marco Melandri di klasemen 17 dengan 51 poin.

2009: Sembilan podium tempat (4 kemenangan, 1 kali kedua, 4 kali ketiga). Pembalap  Casey Stoner peringkat 4 klasemen dengan 220 poin dan Nicky Hayden peringkat ke-13 dengan 104 poin.

2010: Sepuluh podium (3 kemenangan, 2 kali kedua, 5 kali ketiga). Pembalap Casey Stoner peringkat 4 klasemen dengan 225 poin dan Nicky Hayden di klasemen ke-7 dengan 163 poin.

2011: Dua podium (2 kali ketiga). Pembalap Valentino Rossi di klasemen 7 dengan 139 poin dan Nicky Hayden di klasemen ke-8 dengan 132 poin.

2012: Dua podium (2 kali kedua). Pembalap Valentino Rossi di klasemen 6 dengan 163 poin dan Nicky Hayden klasemen 9 dengan 122 poin.

2013:  Tanpa podium dengan pembalap  Andrea Dovizioso di kkasemen 8 dengan 140 poin dan Nicky Hayden klasemen 9 dengan 126 poin.


2014: Tiga podium (1 kali kedua, 2 kali ketiga). Pembalap Andrea Dovizioso klasemen  5 dengan 187 poin dan Cal Crutchlow klasemen ke-13 dengan 74 poin.
2015: Sembilan podium (5 kali kedua, 4 kali ketiga). Pembalap Andrea Iannone peringkat klasemen 5 dengan 188 poin dan Andrea Dovizioso klasemen 7 dengan 162 poin.

2016: Sepuluh podium (2 kemenangan, 3 kali tempat kedua, 5 kali ketiga). Pembalap Andrea Dovizioso klasemen 5 dengan 171 poin dan Andrea Iannone World klasemen 9 dengan 112 poin.

2017: 15 podium (6 kemenangan, 4 kali kedua, 5 kali ketiga). Pembalap Andrea Dovizioso klasemen 2 dengan 261 poin dan Jorge Lorenzo klasemen ke-7 dengan 137 poin.

2018: 13 podium (7 kemenangan, 4 kali kedua, 2 ketiga). Pembalap Andrea Dovizioso klasemen  2 dengan 245 poin dan Jorge Lorenzo klasemen 9 dengan 134 poin.

2019: 12 podium (3 kemenangan, 3 kali kedua, 6 kali ketiga). Pembalap Andrea Dovizioso klasemen 2 dengan 269 poin dan Danilo Petrucci klasemen 6 dengan 176 poin.

 

BAGIKAN

Warning: A non-numeric value encountered in /home/maniakmo/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 353