nhk

MotoGP 2020: Ducati GP20 Poles Besar Rangka-Bodi Untuk Menikung, Mesin Antisipasi Honda..!

ManiakMotor – Penampilan Ducati 2019 pada power mesin dari akselerasi, apalagi top speed tertinggi sepanjang sejarah dengan 356,7 km/jam dicetak di Mugello. Itu lebih dari cukup buat jokinya Andrea Dovizioso dan Danilo Petrucci. Keluhan keduanya justru soal menikung, terutama di tengah curva. Itu power besar malah nggak berguna, karena arah motor berubah. Mau nggak mau, kecepatan harus diturunkan.

Karenanya pada GP20 mesin tetap disentuh mengantisapasi kejaran lawan, terutama Honda, “Kami membuat terobosan penting pada mesin. Prototipe pertamanya sudah dicoba didua test lalu. Terutama pada crankshaft counter-rotating, spine dan slice traction control,”  kata GM Ducati Corse Gigi Dall’Igna yang bertanggung jawab penuh pada teknis Ducati dalam presentasinya kemunculan Ducati GP20 di Bologna, Italia pada Kamis 23 Januari 2020 malam.

Mudah-mudahan juara dunia

Yang disentuh alias disempurnakan adalah mekanis mesin biang torsi yang disebut crankshaft alias bahasa kita, kruk-as. Rotasinya terbalik dari arah putar roda (counter rotating) itu disempurnakan. Tujuannya, agar getaran pada mesin makin minim sekali. Semakin minim, kian nyaman tuh jokinya bro. Sebenarnya counter rotating sudah lajim di  Ducati dan umumnya di MotoGP. Lalu dipadukan dengan traksi kontrol yang hanya singkat dibicarakan si Gigi.

Tapi Gigi lebih menekankan pada sasis dan bodi dengan aerodinamisnya. Karena di situ, letak keluhan pembalap persis di tengah tikungan. Gigi sih nggak cerita seperti apa rangkanya. Jelas menciptakan rangka dengan rumus geometri atau struktur rangka terbaru, agar di tikungan pembalap tidak perlu mengkoreksi kecepatan. Yang lama atau GP19, cenderung understeering alias melebar atau keluar dari racing line tikungan yang memaksa jokinya menutup gas.

“Karena itu kami ciptakan sasis yang sangat berbeda di GP20. Saat tes awal di Valencia dan Jerez, reaksi dari pembalap cukup positif. Itu yang membuat kami percaya diri untuk test berikutnya terus mengeksplorasi sasis tersebut. Tapi tidak tertutup kemungkinan ada sasis susulan. Ini harus juga diharmoniskan dengan aerodinamikanya,” tambah Gigi yang saat bicara sasis wajahnya sangat serius, karena memang di situ Ducati dituntut. Percuma mesin bertenaga besar, namun sulit belok. Dan ingat semakin besar power justru larinya menyarang belok, maksudnya maunya lurus terus.

Sayangnya yang namanya presentasi belum semuanya diungkit ke permukaan soal geometrinya. Juga belum disebut sudut komstir dan rake-nya juga penempatan mesin V4 yang 90 derajat itu. Rumus itulah yang menentukan kelincahan motor di tikungan dan tentu saja desain dan bahan rangkanya. Kalau urusan itu si Gigi  jangan diajarin deh. “Yang jelas Ducati bangga satu-satunya merek Eropa yang mampu bersaing di MotoGP. Tujuan kami adalah juara dunia, setelah lama didapat 2007,” tutup Gigi yang berbicara dalam mimbar presentasi bukan kapasitas tanya jawab.

Jadi tunggu perkembangan berikutnya terutama saat test di Sepang pada awal Februari mendatang. Termasuk Gigi nggak sabar menunggu test tersebut. Karena banyak yang akan dia uji. M11

BACA JUGA

MotoGP 2020: Ducati GP20 Makin Berani, Kan Merah Dominasi Livery-nya..!

MotoGP 2020: Yamaha Sudah Lama Diingatkan Soal Elektronik Oleh Direktur MotoGP, Baru Sekarang Nurut..!

MotoGP 2020: Zarco Asal Bicara, Minta Maaf Pada Avintia Soal Tim Kaleng-Kalengan..!

MotoGP 2020: Quartararo Dapat YZR-M1 Spec A, Memang Itu Yang Dia Suka

 

BAGIKAN

Warning: A non-numeric value encountered in /home/maniakmo/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 353