nhk

MotoGP 2020: HRC Akan Revolusi Tekniks RC213V, 8 Seri Tanpa Podium, Hanya 93..!

Marc Marquez saat coba kembali di Jere-2

ManiakMotor – Sebenarnya sih bukan hanya Marc Marquez yang sanggup pegang ‘buas’-nya mesin RC213V. Fakta Casey Stoner pernah juara dunia dengan RC213V pada 2011. Cuma anak muda sekarang yang belum sanggup atau bisa saja salah pilih joki, hehe.

Apa pun untuk mengatasi luwesnya karakter RC213V dengan semua riders yang tersedia, HRC akan merevolusi motornya. Namanya revolusi alias perombakan  teknis dari mesin, rangka dan suspensi. Tapi adanya Covid-19, mesin dilarang dikembangkan sampai akhir 2021. “Memang kalau revolusinya dari mesin, lebih bebas memainkannya tidak hanya dari power, juga dengan skill pembalapnya dan keseimbangan keseluruhan,” terang Takeo Yokoyama, manajer teknis HRC.

Langkah itu dilakukan tanpa Marc, Honda dalam krisis besar di MotoGP 2020. Bayangkan, sekelas HRC dalam 8 seri berlalu tak pernah podium. Ini merek sejak 1981 langganan podium. Hal ini juga memunculkan isu akan ditinggal Repsol sponsor utama yang setia puluhan tahun. Merek oli ini pasti punya pertimbangan. Belum tentu ketika Marc sembuh akan pulih sedia kala keterampilannya.

Di saat bersamaan pengembangan mesin tadi dilarang, maka HRC hanya bisa bermain di rangka, elektronik dan suspensi. Terutama dari geometri RC213V yang sulit diseimbangkan para pembalap, selain Marc. Termasuk di dalamnya tipe ban terbaru Michelin, pula bermasalah.

Waduh semuanya tetap lebih enak dari mesin menjadi titik geometri, agar para joki selain Marc akan mudah masuk tikungan, “Ketika memiliki masalah seperti kami (Honda), namun pengembangan mesin dilarang, itu lebih sulit. Untung masih ada detail yang bisa diakali meningkatkan performa,” tambah Yokoyama.

Yokoyama telah fokus ke rangka untuk memaksimalkan kinerja ban, terutama ban roda belakang. Diakui ban Michelin tipe terbaru ini telah berubah dari tahun lalu. Itu juga sejujurnya belum sampai perhitungan teknis maskimal pada potensinya. Dan harus banyak pengujian yang juga dibatasi karena Covid-19 harus lebih hemat, agar adil buat seluruh tim peserta.

Otak HRC makin ‘keriting’ lantaran referensi pembalap yang mumpuni di luar Marc juga cidera, yakni Cal Crutchlow (LCR Honda). Standar saat ini adalah Takaaki Nakagami. Tahu sendirilah level pembalap Jepang ini, di klasemen dia ke-7. Juga belum pernah podium tadi sehinggu muncul revolusi.

“Sulit ketika beberapa pembalap cidera. Tapi tenang saja, kami masih memiliki Alex (Marquez) yang rookie berkembang. Dia bisa memberi masukan. Cal, meski cedera, coba banyak solusi dan memberi umpan balik. Taka tumbuh pesat dan berjuang dalam kejuaraan,” tutup Yokoyama menghibur diri.

Makanya jangan berharap pada manusia. Berdoalah pada yang di-Atas, benar kan? Miolo

BACA JUGA

Klasemen MotoGP 2020, Moto2 Dan Moto3

MotoGP: Petronas Terima Rossi 2021 Bukan Hanya Ngetop, Bukti Tim Malaysia Kompetitif..!

MotoGP 2020: Marc Marquez Persiapkan Fisik Ikut Seri Aragon 18 Oktober..!

Jelang MotoGP Le Mans 2020: Mir Dengan Suzuki GSX-RR Menghemat Ban..!


Warning: A non-numeric value encountered in /home/maniakmo/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 353