nhk

MotoGP 2020: Kata Jarvis Ada Furusawa Baru Di Kubu Yamaha, Yakin M1 2020 Melejit..!

Lin Jarvis

ManiakMotor – Masih ingat dengan Masao Furusawa? Dia Executive Officer of Engineering Operations Yamaha MotoGP dari 2003-2011. Dia yang melahirkan project Yamaha’s YZR-M1 dengan teknologi the cross plane crankshaft pada mesin M1 Rossi 2004. Konfigurasi kruk-as 90 derajat.

“Cross plane sebenarnya barang lama, tapi itu berharga. Maka saya gabungkan cross plane crankshaft (CPR) dan ECU baru agar M1 kompetitif di MotoGP,” jelas Furusawa saat dia dipromosikan oleh Yamaha Jepang ke tim MotoGP saat itu. Sepak terjang Furusawa dengan Valentino Rossi ditambah Jorge Lorenzo, sampeyan yang mengikuti perjalanan MotoGP sejak 90-an sampai sekarang, pasti tahu. Tapi kalu bicara singkat soal Furusawa ada di sini yang pernah diulas portal ini.

“Di Yamaha Jepang memang ada hirarki. Karyawan akan naik jabatannya sesuai umur,  pengalaman dan prestasi. Furusawa pensiun saat itu sudah ada penggantinya. Termasuk dengan datangnya Takahiro Sumi sebagai manajer proyek MotoGP menggantikan Kouji Tsuya pada 2019. Pada diri Sumi dan perjalanan karirnya ada kesamaan dengan Furusawa,” jamin manajer Yamaha Racing Lin Jarvis dalam wawancara panjangnya dengan Speedweek.com.

Kata Jarvis, antara Furusawa dan Sumi sama-sama memiliki pengetahun bertingkat dengan karya-karya mereka mendunia. Sesuai ingatan Jarvis, Furusawa-san juga sebelum ke MotoGP Yamaha adalah perancang balapan mobil es. Sedang, Sumi sebelum ke MotoGP menangani mobil F1.

“Tapi Sumi di MotoGP hanya fokus pada mesin. Sedang era Furusawa dia seperti ahli sendirian. Kalau Sumi membawa orang-orang setingkat dia di Yamaha Jepang seperti Kazuhisa Takano yang ahli sasis yang jenius. Ini orang lama, tapi sempat ditarik ke pabrik untuk menangani sasis motor produksi umum. Kini dia datang lagi, karena M1 butuh penyesuaian sasis baru,” kata Jarvis sambil mengingatkan geometri YZR-M1 si Takano yang menyempurnakan.

Selain keduanya, ada manajer umum yang dipegang Hank [Hiroshi] Ito. Orang ini punya peran langsung pada semua departeman di Yamaha Jepang. Jadi, kalau ada terobosan  teknologi yang membutuhkan antar depatemen si Ito langsung bisa memotong rantai birokrasi. “Dengan adanya penyegaran ini sudah mulai ada hasilnya dengan Maverick (Vinales) dua kali juara pada 2019,” sebut Jarvis sambil menunggu hasil ujian di sikuit Sepang, Malaysia pada 6-7 Februari, karena M1 2020 hasil murni orang-orang baru tersebut.

Kita lihat saja. MM

BACA JUGA

MotoGP 2020: Gegara Iannone, Biaggi Balap Lagi, Ketemu Musuh Lama Velentino Rossi

MotoGP 2020: Skill Rossi Bangkit Lewat Konstruksi Baru Kompon Michelin Power Slick

MotoGP 2020: Nggak Ada Habisnya Teknologi Ducati Dari Otak Gigi Dall’Igna

MotoGP 2020: Tuntutan Rossi & Vinales Pada Top Speed M1 Diwanti Jarvis Jangan Berlebihan..!

MotoGP 2020: Sampel B Pada Urine Iannone Positif, Langkah-nya Gimana..?

BAGIKAN

Warning: A non-numeric value encountered in /home/maniakmo/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 353