nhk

MotoGP 2020: Yamaha Sudah Lama Diingatkan Soal Elektronik Oleh Direktur MotoGP, Baru Sekarang Nurut..!

ManiakMotor – Baru lalu Lin Jarvis terus terang, Yamaha mulai salah kaprah eh arah sejak penyeragaman elektronik 2016. Walau hanya perangkat lunak, menjalar ke mekanis (mesin) YZR-M1 yang keliru risetnya, berita itu ada di sini. “Itu kami akui dan khusus elektronik kami benahi lewat ahli khusus Magneti Marelli sejak 2019,” papar Jarvis yang dia maksud adalah Marco Frigerio yang orang Italia direkrut September 2019 lalu dari Pramac Ducati.

Telah diingatkan oleh Corrado Cecchinelli (Direktur Teknologi MotoGP) sejak awal 2018. Saat itu Cecchinelli tidak langsung sebut Yamaha. Tapi arahnya ke merek ini lantaran hampa juara 2017. Cecchinelli fokus pada Kalibrasi yang jadi saran buat yang kesulitan memadakukan elektronik terhadap mesin motor MotoGP. Kuncinya pengaturan ECU (perangkat keras) dan kontrol elektronik sebagai perangkat lunaknya bekerja terukur. Instrumen ini harus akurat sesuai susunan set-up motor.

“Walau ECU-nya seragam dan elektronik dari Magneti Marelli, namun ada ribuan angka yang harus dipadukan. Itulah yang disebut kalibrasi dan itu ada alatnya. Ada satu lagi alat yang dibutuhkan mendukungnya disebut interface untuk ‘komunikasi’ pengguna dan elektoniknya agar lebih akurat,” sebut Cecchinelli tanpa spesifik mengajari Yamaha ketika 2018 tersebut.

Tapi kalau cerita kondisi sekarang, persoalan elektronik ini ada pada Yamaha M1 yang digeber Valentino Rossi dan Maverick Vinales. Juga baru diakui oleh Jarvis. Setahu Cecchinelli yang pernah jadi wakil direktur Ducati Corse pada 2006-2011 itu, Ducati dan Honda sudah menemukan lebih canggih yang hasilnya kalibrasi mereka sangat presisi.

Karena ribuan angka untuk ketepatan real time kinerja mesin ini, sudah diprogram masing-masing produsen dengan spesifikasi motor. Dan itu kudu dipetakan sesuai kondisi, “Contoh saat akselerasi dan banyak spin, artinya elektronik kontrol traksi yang dominan. Saat itu ECU otomatis mengurangi torsi. Untuk dapat hasil yang pas, tentu saja pada kalibrasi dan uji coba,” papar Cecchinelli saat itu yang pernah dimuat di portal ini.

Mungkin juga sekalian menyindir para ahli elektronik di kubu Yamaha seperti dilansir SpeedWeek. Bahwa Yamaha kekurangan SDM elektronik yang ‘kapabel’. Beberapa tahun lalu, pengembang elektronik mereka Andrea Zugna, pindah ke Repsol Honda. Zugna langsung jadi bos elektronik di sana. Zugna yang Italia itu bersama Yamaha saat era Masao Furusawa. Untuk menutupinya, Februari 2018 di tes Sepang dan mengetahui elektronik sebagai kelemah utama M1, Yamaha malah menyewa ahlinya sebagai pekerja tidak tetap.

Dengan datangnya Takahiro Sumi sebagai manajer proyek MotoGP menggantikan Kouji Tsuya awal 2019 lalu, berubah pendekatannya. Itu tadi, dibajaknya Marco Frigerio yang jadi pekerja tetap di elektronik. Juga dimunculkan ahli sasis lama dan mesin. Mereka menyatukan visi melahirkan M1 2020 yang benar-benar berbeda. “Pasti 2017 dan 2018 tahun payah. Pada 2019 kami melihat ke belakang coba identifikasi masalah. Mesin kami tidak sebanding dengan lawan. M1 harus dikembalikan kecapatan aslinya di tikungan, sehingga keluar tikungan bisa mencapai top speed maksimal,” dukung Sumi pada omongan Jarvis.

Masih menurut Sumi dengan keadaan seperti M1 2018, pembalap kesulitan bertempur. Keluar dari tikungan sampai ke trek lurus pun, energi M1 telah ngos-ngosan, “Makanya semua komponen dari elektronik sampai mesin harus dikerjakan pada M1 2020. Kalau mesin, jelas butuh power yang lebih banyak,” kata Sumi yang berbicara di Motorsport.Com.

Artinya di test Sepang pada Februari 2020 nanti sudah tersedia mesin M1 yang lebih bertenaga. Dan itu satu kesatuan dengan elektronik yang jadi manajemen mesin yang cerdas. Miolo

BACA JUGA

MotoGP 2020: Elektronik Biang Kerok Yamaha Valentino Rossi Salah Riset..!

Jelang MotoGP Thailand 2019: Yamaha Bajak Ahli Elektronik Ducati, Benarin Mekanikalnya Dulu Bro..!

Menurut Ortunya Rossi, Yamaha Kurang Nakal Pada Aturan Elektronik MotoGP 2018

MotoGP 2020: Zarco Asal Bicara, Minta Maaf Pada Avintia Soal Tim Kaleng-Kalengan..!

 

BAGIKAN

Warning: A non-numeric value encountered in /home/maniakmo/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 353