nhk

MotoGP Amerika 2019: Menunggu Marquez Lanjutkan Juara Ke-7 Di Austin

ManiakMotor – Tampil di sirkuit Austin, Texas, Amerika, buat Marc Marquez bisa jadi nggak ada beban. Sirkuitnya adalah tipenya. Karakter sirkuitnya pun sesuai motor andalannya RC213V. Tunggangan dan jokinya kompak sekali.

Sejak MotoGP dipentas di Austin 2013 dan Marquez sebagai rookie saat itu dia pun juaranya. Bukan sekadar juara, pendatang baru yang juga tercepat pada sesi ketika itu. Sampai 2018 lalu walau dapat penalti grid yang start dari grid 4, dia juga juaranya.  Semua balapan MotoGP di negara adidaya itu, dia berturut-turut menang.

Apakah tahun ini juga begitu? Coba, berikan pada orangnya sendiri yang menjawab, hehe. “Tentu saja Austin adalah lintasan yang bersahabat buat saya sejak 2013. Kendati sirkuitnya sama, tapi setiap tahun selalu berbeda,” kata Marquez yang merendah.

Pembalap Spanyol tersebut mengakui datang ke Austin tahun ini dalam kondisi yang mantap. Katanya dia memiliki basis set-up motor yang kuat. Itu motor sangat nyaman dengannya dengan fakta sejak sesi awal dan juara di Argentina. Tapi itu pun, kembali akan dipahami pada FP1 di Austin yang dilaksanakan pada Jumat 12 April 2019 di sana.

Marquez sadar betul soal sirkuit Austin. Dia setuju dengan Valentino Rossi, bahwa tidak semua pembalap punya racing line yang paling tepat. “Itu adalah trek yang tidak mungkin setiap lapnya dilakukan dengan sempurna. Selain sangat panjang, ada tikungan butuh pengereman sangat keras. Di situ sangat mudah membuat kesalahan,” jelas pembalap Spanyol berusia 26 tahun itu.

Bahkan kata Marquez hal tersulit menempatkan motor setiap lap konsisten di racing line. Sebab setiap lap Austin butuh dua menit. “Ini sangat berat. Belum lagi lintasan yang bergelombang. Panitia  mengatakan telah memperbaikinya. Memang terkadang harus mengubah jalur saban lap. Setelah itu berhitung dengan kinerja ban,” tambah Marquez yang sudah tak mememasalahkan bekas operasinya, walau kadang saat mengerem keras masih terasa. RBK

BAGIKAN