nhk

MotoGP Aragon 2016 Jelang Race : Lorenzo Tenang Saat Balap Dengan Komposisi Ban Seperti ini

motogp-lorenzo-aragon

ManiakMotor – Beda dengan rekannya Rossi, Jorge Lorenzo sang juara dunia 2015 tidak pasang target pada balapan putaran ke-14 di sirkuit Aragon, Spanyol, hari ini (25/9). Posisi start pebalap Spanyol ini masih lebih baik dari The Doctor, di barisan depan setelah pada kualifikasi tercepat ketiga. Calon pebalap Ducati ini sepertinya tidak mempersoalkan kecepatan motornya juga tidak pusing dengan Marquez start paling depan.

Calon pebalap Ducati ini punya modal kuat di Aragon. Ia berhasil memenangi lomba dua tahun berturut-turut. Malah, pada 2014, penampilan di babak latihan resmi dan kualifikasi sangat buruk. “Tapi, saya mampu memenangkan balapan. Itu balapan yang aneh dengan harus ganti motor, sehingga memberi saya kemenangan,” kenang Lorenzo.

Sementara untuk balapan di Aragon, pemegang peringkat ketiga ini (162 angka) masih berkutat dengan ban. Tapi, ia lebih cenderung suka pakai ban depan dan belakang lunak. tenang dan nyaman.  Ini bukan tanpa alasan dan perhitungan.

Ketika Yamaha M1 yang dibesutnya pakai ban medium depan dan keras belakang, dirinya harus banyak kerja keras menjinakkan keliaran belakang dan mengoreksi setang. Itu dialami selama sesi latihan dan sangat tidak mungkin bisa mendekati Honda yang punya akselerasi bagus setiap ke luar tikungan.

Supaya selisih waktu tidak terlalu jauh dan bisa start di baris depan, Lorenzo putuskan pakai ban lunak pada belakang. Keputusannya tidak meleset dan dirinya berdiri di baris depan bersama Marquez dan Maverick Vinales (Suzuki). Hanya, saat balapan ia harus bisa mengatur irama kecepatan. Bila terpancing emosinya, dengan gaya menikung yang parabol (melengkung), ban cepat aus.

“Ban kompon keras untuk depan dan belakang yang dibawa Michelin sangat berbahaya saat kondisi cuaca dingin. itu mudah untuk membuat kesalahan dan kecelakaan,” jelas Lorenzo. Lain hal sore, lanjutnya sedikit lebih baik, karena lintasan sudah mencapai suhu di atas 40 derajat. “Tapi buat kita masih terlalu keras.”

Lorenzo menambahkan, masalah besar pada Yamaha M1 secara umum bukan soal tenaga mesin. Bagian belakang, katanya tidak punya daya cengkeram yang baik di bagian tepi. Pun begitu dengan depan, sangat bebas dan lebih buruk saat menikung. “Nah, ketika belakang motor bergeser tentu jalur terbuka dan ini memberi peluang lawan di belakang untuk menyalip,” sebut JL.

Ditanya peluangnya untuk menang, “Saya mencoba melakukan yang terbaik. Jika saya siap finish keempat, berarti harus fight untuk keempat, ketiga, atau kedua bahkan kemenangan. Anda tidak pernah tahu,” tutup JL.   Rezki

BACA JUGA

Hasil MotoGP Aragon, Spanyol, Moto2, Moto3, 23 – 25 September 2016

Klasemen MotoGP 2016, Moto2 2016, Moto3 2016

BAGIKAN