nhk

MotoGP Aragon 2016 Pasca Race: Marquez Akui Sisa 4 Balapan Cukup Berat, Terutama Jepang

Marquez, Aragon, menang, loreenzo

ManiakMotor – Marc Marquez tampil gemilang dan memenangkan balapan ronde ke-14 di sirkuit Motorland Aragon, Spanyol, Ahad (25/9). Ujung tombak tim Repsol-Honda berusia 23 tahun itu, akhirnya dapat menghentikan langkah pesaing utama Valentino Rossi dalam upaya menggerogoti difisit angkanya. Dengan mengantongi total 248 angka, MM unggul selisih 52 angka sama The Doctor.

Sebelum lomba, MM punya ambisi harus menghentikan Rossi. “Penting untuk menyetop dia (Rossi), kalau tidak, mentalnya akan naik, naik, dan terus naik,” tutur MM. Tekadnya sudah berhasil lantaran didukung performa RC213V yang mumpuni. Marquez kembali naik podium pertama di Aragon setelah terakhir pada 2013 dan hasil ini mempunyai arti penting.

“Kemenangan ini penting. Karena sejak Jerman, lebih utama lagi di Austria, jika balapan kering kita tidak bisa menang lagi,” tegas MM. Penting kedua, Rossi terus menggerogoti defisit angka dan Marquez bersama Honda sudah mulai dihinggapi rasa cemas dan keraguan. Beruntung, di Aragon ini membalik semuanya.

Di trek Aragon, Marquez mempertontonkan keganasan Honda, mulai sejak latihan resmi, kualifikasi, sampai balapan menempuh 21 lap. Bahkan dihadapan 69 ribu lebih penonton yang mendukung pasukan Matador, termasuk dirinya, MM memangsa 3 pesaing dari awal lomba. Dimulai dari Vinales (Suzuki) dan duo Yamaha Lorenzo sama Rossi.

Andaikan saja, tenaga Honda memble, sulit bagi MM bisa menebus kesalahan di lap 2 dengan gampang. Saat itu, dirinya hampir terjatuh dari motor. Meski bisa dikendalikan, tapi saat ke luar tikungan sudah terlalu melebar membuat dirinya melorot kelima.

Jika Rossi menilai MM akan sangat kuat saat balapan bermain di Asia, Marquez sendiri mengaku kalau tur Asia itu merupakan balapan paling sulit. Pasalnya, lomba tanmpa ada jedah waktu. “Kita perlu menjaga mental, konsentrasi, dan harus tenang. Karena, di antara beberapa trek, kita tahu punya kekurangan dan kondisinya harus seperti sekarang (Aragon),” harap Marquez yang butuh konsisten tiga besar  di sisa balapan untuk menggondol juara dunia.

Sepertinya, posisi itu tidak sulit. Ngak usah tiga besar, terpenting di setiap balapan selalu finish di belakang Rossi sudah aman. Sirkuit Motegi, Jepang sebagai rond ke-15 menjadi penentu buat MM menyandang juara dunia. Jika ia berhasil menang, sedang Rossi gagal finish, mahkota pun sudah menjadi milik MM.

Tapi, di Jepang MM sudah punya feeling. “Saya tidak akan merebut juara dunia di Jepang, sekalipun itu sirkuit Honda. Kita harus menunggu, butuh kesabaran, tidak membuat kesalahan, dan menjaga mental. Di Jepang nanti kita harus berjuang dibandingkan trek lainnya,” terawang Marquez. Rezki

BAGIKAN