nhk

MotoGP Aragon 2016 Race : Rossi Angkat Tangan Untuk Gelar Juara Dunia. Ini Alasannya

ManiakMotor – Balapan ronde ke-14 di sirkuit Motorland Aragon, Spanyol, Ahad (25/9) adalah balapan paling buruk buat Valentino Rossi. Memang, prediksinya sebelum lomba bahwa naik podium dan tak mungkin melawan Marc Marquez terbukti benar. Lomba pun dimenangkan oleh pebalap Honda Marquez yang begitu perkasa, sedang The Doctor benar-benar naik podium dari hasil finish ketiga.

Dengan hasil itu, peluang VR merebut gelar juara dunia kian jauh. Ketika masih selisih 43 angka saja Rossi mengaku sulit, apalagi defisitnya kian menjauh sampai 52 angka, semakin berat. Bertambah selisih sampai 9 angka akibat kesalahannya saat hendak menyusul rekan setimnya.

Rossi yang dalam posisi ketiga coba mengagetkan Lorenzo di tikungan dengan melakukan manuver nekad, sangat sempit celah yang ‘dipancing’ Lorenzo  dari sisi dalam. Dengan kecepatan sedikit tinggi saat posisi motor sudah miring, pengereman pun terlambat. Akibatnya, motor nyelonong ke luar tikungan. Balapan tinggal menyisakan dua lap dan tak mungkin Rossi bisa mengejar Lorenzo. Beruntung, joki Suzuki Maverick Vinales jauh di belakang, sehingga Rossi tetap bertahan di urutan ketiga.

Di balapan ini, Yamaha M1 Rossi harus mengakui kedigdayaan Honda RC213V Marquez yang konsisten sejak sesi-sesi sebelumnya. Marquez sempat tergeser di urutan kelima karena dirinya hampir terjatuh di T7. Tapi, calon juara dunia yang kini memimpin dengan 248 angka, tanpa susah payah dapat menguasai lomba.

Rossi yang sempat memimpin lomba hanya bisa pasrah ketika dilewati Marquez dan Lorenzo. “Ini memalukan di dua lap terakhir. Saya sebenarnya bisa melawan Lorenzo, tapi saya melakukan kesalahan,” papar Rossi. Awal balapan, lanjutnya sangat menyenangkan. “Apalagi, aku melihat Marquez kehilangan keseimbangan di T7, ini momen yang baik,” kenang VR.

Nah, dengan kondisi itu, Rossi coba meningkatkan kecepatan pada paruh kedua balapan. “Sayang, itu tidak bekerja seperti yang kita inginkan. Saya sudah berusaha, ternyata Marc dan Lorenzo lebih cepat. Mereka bisa menangkap saya,” ceritanya.

Dengan sisa 4 balapan lagi, Rossi sudah angkat tangan aalias menyerah. Marc dan Lorenzo sangat kuat di keempat balapan sisa (Jepang, Australia, Malaysia, dan Valencia). Upaya Rossi sekarang, fokus mempertahankan posisi runner-up dunia sampai akhir lomba. Rezki

BACA JUGA

Klasemen MotoGP 2016, Moto2 2016, Moto3 2016

Hasil MotoGP Aragon, Spanyol, Moto2, Moto3, 23 – 25 September 2016

BAGIKAN