nhk

MotoGP Aragon 2017: Seharusnya Seru Dari Tiga Joki, Apalagi Ada Rossi

MotoGP 2017

 

ManiakMotor – Justru layak tonton. Tiga pembalap masih sama peluangnya untuk bisa juara dunia 2017. Sisa lima seri ke depan masih akan banyak drama khas balapan level tinggi roda dua tersebut.  Apalagi antara Andrea Dovizioso dan Marc Marquez yang pointnya sama 199. Di belakang mereka ada Maverick Vinales yang hanya tertinggal 16 angka. 

Kemeriahan seri 14 di sirkuit Aragon, Spanyol yang sesi FP1 mulai Jumat 22 September 2017 dengan munculnya dewa balap motor dunia, Valentino Rossi. Di atas kertas Rossi yang sudah tertinggal 42 angka itu, masih ada peluang mengejar. Tapi sangat berat. Andai dia juara 1 terus – hanya andai – Marquez ketiga terus poin akhir Marquez 279 dan Rossi hanya 267, apalagi Dovizioso kedua terus, makin sulit buat Rossi. 

Hanya keajaiban besar yang bisa mengantar Rossi boleh juara dunia. Dia ditunggu untuk mengacaukan point dan bisa saja ‘membantu’ rekan setimnya, Vinales. Tentu juga menghidupkan MotoGP dengan aksi-aksinya. “Itu pun masih menunggu rekomendasi dari tim dokter MotoGP apakah layak ikut FP1. Nanti usai FP1 lanjut ke sesi berikutnya ada pada keputusan saya,” cocor Rossi yang sudah berada di Aragon. 

Okelah sekarang ada pada strategi Marquez, Dovi dan Vinales. Ketiganya pastilah memanfaatkan Aragon untuk memperlebar posisi di klasemen dan buat Vinales mendekatkan poinnya dari dua lawan. Aragon empat tahun terakhir dimiliki Yamaha dan Honda, terutama Marquez dan Jorge Lorenzo semasih di Yamaha. Sebelumnya, itu sirkuit dikuasai Dani Pedrosa dengan kemampuannya menikung kiri yang prima. Aragon membalapnya berlawanan arah jarum jam dengan panjang 5.1 km dan 17 tikungan, 10 di antaranya ke kiri. 

Tahun lalu Marquez yang juga tak kalah apik berlaga di sirkuit anti clockwise sebagai juaranya. Dia akan mencuri di sini, ketimbang berharap di Motegi, Jepang walau sirkuitnya Honda kenyatannya Yamaha sulit ditaklukan di situ. “Aragon dalam kalender adalah sirkuit favorit,” sebut Marquez yang artinya di data dirinya harus ambil point 100 persen. 

Yaa itu harapan Marquez. Tentu Vinales juga punya harapan yang sama tampil di depan publiknya. Begitu juga kalau ditanyakan pada Dovi yang punya kesempatan boleh juara dunia dengan Ducati sejak era Casey Stoner 2007. “Tahun ini semua akan hasil yang berbeda. Termasuk saya masuk dalam yang beda-beda itu,” kata Dovi yang memang berpenampilan beda dalam prestasi bersama Ducati tahun ini.  

Seru kan… Miolo 

BAGIKAN