nhk

MotoGP Aragon 2020: Teknologi Ohlins BDB50 Ban Suzuki Awet, Alex Marquez Baru Pakai.!

Tiga pembalap yang unggul di Aragon-1 pakai Ohlins BDB50

ManiakMotor – Sebenarnya sih bukan hanya Suzuki yang disuplai peredam kejut oleh Ohlins. Ada 13 pembalap MotoGP yang menggunakan teknologi suspensi dari Swedia tersebut. Cuma Suzuki yang  tertarik duluan menggunakn teknologi bi-directional bleed (BDB) yang lengkapnya Ohlins BDB50.

Ohlins menyebut sokbreker tersebut tipe terbaru. BDB artinya sirkuasi oli sokbreker yang efektif pada kedua arah. Maksudnya, aliran  turun-naik olinya resisi membantu rebound (langkah suspensi saat memanjang) dan kompresi (suspensi saat memendek).  

Ohlins BDB50 bikin ban Michelin terbaru lebih awet sampai finish sesuai durasi lap di MotoGP. Tapak ban  efisien terkendali oleh BDB. Itu telah dibuktikan Alex Rins dan Joan Mir, joki Suzuki. “Keduanya sejak BDB diperkenalkan di test Sepang (Malaysia) sudah sering menggunakannya. Honda lewat Alex (Marquez) dan Cal (Crutchlow) baru di Aragon-1 menggunakannya,” terang Mats Larsson, Manajer Racing Öhlins dan insinyur sasis sejak 1980-an.

Karenanya Larsson sebentar minta melihat foto yang podium di Aragon pertama kemarin. Ketiga pembalap yang di podium tersebut pakai BDB50, di sana juaranya Rins, kedua Alex dan ketiga Mir. Ketiganya unggul dalam daya tahan ban. Bahkan Rins dengan ban lembut kencang terus sampai finish.

Sudah disebut tadi, Honda, Yamaha, Aprilia dan Ducati pakai Ohlins. Namun hanya beberapa pembalap yang tergoda pakai tipe BDB50. Valentino Rossi dan Francesco Bagnaia misalnya, hanya menggunakannya saat Misano-2. Habis itu mereka kembali pada Ohlins yang sebelumnya ada.

Sebab, “Untuk menggunakan Ohlins BDB50, tim harus menguji sejumlah besar kombinasi sasis terhadap mesin. Tapi semakin sulit untuk membangun setelan yang diminta pembalap, akan beda dengan Ohlins BDB50. Suzuki memang yang mengenal lebih awal potensi BDB50,” terang Larsson yang belum berani bicara banyak soal isi dalam BDB50 lantaran paten teknologinya masih diurus.

“BDB50 memungkinkan cengkeraman yang lebih baik, namun tidak kasar mamakan kompon saat berakselerasi. Suspensi harus bereaksi terhadap semua gaya yang terjadi agar tapak ban secara konstan berkontak mantap dengan aspal. Kadang,  bukan hanya tentang gaya redaman (damper), tetapi juga seberapa cepat atau lambat reaksi redaman terbentuk,” jelas Larsson sejelas-jelasnya di speedweek.com.

Yang mengejutkan belum semua penggeber  Yamaha dan Ducati mengandalkan teknologi BDB50. Padahal, Franco Morbidelli (Petronas Yamaha) melaporkan pada hari Minggu setelah balapan di Aragon-1, Suzuki bisa bersinar dengan cengkeraman ban, namun awet. Grip Suzuki sangat besar di puncak tikungan dan pada akselerasi berikutnya. Persis dua poin yang ditekankan oleh Larsson sebagai keunggulan dari BDB50.

Ketika teknologi baru muncul di MotoGP, seringkali butuh waktu bagi para insinyur dan pembalap untuk diyakinkan. Biasanya, ini memerlukan dorongan atau peristiwa alias bukti dulu bro. Mungkin balapan MotoGP Aragon pertama bisa membuka mata mereka????

Motor yang beda merek dan beda joki, memiliki persyaratan yang berlainan selera. Maka akan takjub jika Morbidelli, Fabio Quartararo, Maverick Vinales dan Andrea Dovizioso belum memasang Ohlins BDB50 saat latihan untuk balapan kedua di Aragon dimulai pada Jumat 22 Oktober 2020.

Ayo… saksikan. Kalau mau Ohlins ada juga di Indonesia. Nih IG-nya @ohlinsindonesia. Miolo

BACA JUGA

Klasemen MotoGP 2020, Moto2 Dan Moto3

MotoGP Aragon-2 2020: Rossi Pertanyakan Peran Jorge Lorenzo Sebagai Tester

MotoGP Aragon 2020: Rossi Tunggu Hasil Swab, Jauh Lebih Senang Kalau Menang..!

Jelang MotoGP Aragon-2 2020: Mir Tetap Tampil Lepas, Sejarah Ada Di Tangannya..!

 

BAGIKAN

Warning: A non-numeric value encountered in /home/maniakmo/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 353