nhk

MotoGP Assen 2016 Jelang FP1/FP2: Rossi dan Lorenzo Ikut Rapat Jumat, Motifnya Beda

ManiakMotor – Pada setiap seri MotoGP, ada jadwal rutin pada Jumat sore untuk membahas berbagai persoalan. Peserta briefing soal keamanan dan teknikal itu, dihadiri panitia dan seluruh pembalap boleh hadir, tanpa harus diundang. Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo sudah berjanji akan hadir pada rapat Jumat (24/6) seusai sesi Free Practice hari pertama.

Briefing ini menjadi sorotan pasca tewasnya Luis Salom di GP Catalunya lalu. Soalnya, dalam rapat inilah diambil keputusan mengubah  layout sirkuit Montmelo mengikuti jalur yang digunakan balap F1. Perubahan itu jelas menguntungkan pembalap Honda karena tikungan cepat berubah karakter jadi tikungan lambat.

Waktu itu Rossi dan Lorenzo mengkritik perubahan tersebut. Tapi, yang ada justru mereka mendapat serangan balik karena tak pernah ikut rapat Jumat sejak akhir tahun lalu. Serangan balik itu bukan hanya dari Marc Marquez yang ikut rapat dan merasa dituduh sebagai provokator. Tapi juga dapat kecaman dari para pembalap Monster Yamaha Tech3. Rossi dan Lorenzo dinilai tak pantas lancarkan protes karena sesungguhnya tak peduli pada rapat-rapat pembalap.

Kini Rossi dan Lorenzo sudah sadar. Dalam jumpa pers wajib jelang GP Belanda, keduanya janji akan ikut rapat. “Saya akan ikut karena masih membahas aspek keselamatan di GP Catalunya. Apa yang harus dilakukan di masa depan, saya kira ini sangat penting,” ujar Rossi yang pada dasarnya ingin lintasan GP Catalunya dikembalikan seperti semula, namun setuju aspek keselamatan ditingkatkan pada T12 yang menjadi lokasi kecelakaan Salom. “Kalau perlu membabat tribun penonton agar bisa membuat jalur run off lebih panjang,” katanya.

Lain lagi dengan Lorenzo yang juga janji akan ikut rapat. Sejak usai GP Catalunya lalu ia sudah berencana ikut rapat safety commission ini. Agenda JL adalah meninjau kembali bentuk hukuman terhadap pembalap badung yang merugikan pembalap lain. Macam kasus dirinya yang ditubruk Andrea Iannone sehingga DNF di Montmelo. Hukuman start belakang yang diterima Iannone dianggap JL terlampau ringan dan penalti seperti itu nyatanya tak membuat jera pembalap.

Ia pun usulkan hukuman lebih berat macam kartu merah di sepakbola. Hukuman itu membuat pemain bersangkutan setidaknya tak boleh main dalam ronde-ronde berikutnya. Lorenzo sendiri pernah mengalami larangan tanding itu saat masih di GP250. Katanya sih, hukuman itu yang membuatnya jera dan tak ingin mengulang kesalahan yang sama. “Saya tak akan minta hukuman Iannone diubah. Namun bentuk hukuman seperti saat ini perlu dikaji ulang untuk kemajuan olahraga ini,” tegas JL yang memastikan kehadiran dalam rapat pada Jumat (24/6) ini.

“Biasanya kami sangat sibuk usai latihan Jumat dan percayakan semuanya pada pembalap yang menghadiri rapat. Tapi, kali ini sangat penting dan saya harus ikut karena menyangkut perkembangan ke depan,” imbuhnya.

Iya deh! Andro

BACA JUGA

Klasemen MotoGP 2016, Moto2 2016, Moto3 2016

MotoGP Assen 2016 Jelang FP1/FP2: Marquez Ingin Hindari Clash di Tikungan Terakhir

MotoGP Assen 2016 Jelang FP1/FP2: Vinales Berani Incar Podium

MotoGP Assen 2016 Jumpa Pers: Rossi Yakin Sepenuhnya, Marquez Lebih Dari Tes, Lorenzo Pada Nasib

MotoGP Assen 2016 Jelang FP1/FP2: Rossi “Over Confident” , Ini Bro Pemicunya

BAGIKAN