nhk

MotoGP Assen 2016 Jelang FP1/FP2: Rossi “Over Confident” , Ini Bro Pemicunya

ManiakMotor – Dalam berkompetisi, bila sudah  terlalu percaya diri (over confident), terkadang justru gagal. Apakah kondisi ini yang akan menimpa Valentino “The Doctor” Rossi saat berlaga di sirkuit Assen, pekan ini? Pasalnya, pria berusia 37 tahun itu mengaku punya kepercayaan tinggi alias ‘pede bangat’ untuk mengulang suksesnya seperti tahun lalu di kelas premier di trek Assen yang menjadi seri VIII.

Rossi bukan sesumbar atau asal nyablak, bro. Kepercayaan itu dilandasi beberapa faktor yang mendukung. Paling utama, jumlah kemenangan yang diukir di negeri kincir angin ini. Dimulai dari 2002, saat naik kelas dari 250 cc ke 500 cc ketika itu, sampai kini dengan 14 kali lomba, VR telah menorehkan 7 kemenangan di kelas para dewa. Boleh jadi, ini rekor yang belum tertandingi. Apalagi sama pembalap yang berlaga musim ini, dia sudah khatam seluk beluk Assen yang berada di Belanda. Pokoknya negara ini kita kenalah.

Faktor lain, apa lagi! Ketika lomba musim ini bermain di Eropa. Rossi bersama Yamaha M1 sudah menanamkan pondasi yang kuat dengan meraih kemenangan. Dimulai dari penampilan di Jerez sampai Barcelona, kemarin. Kecuali, ketika balap di rumahnya sendiri di Mugello (Italia) ia justru kandas. “Tapi, kami masih yang tercepat. Motor saya selevel dengan musuh,” bangga Rossi yang pernyatannya kembali diucap pada jumpa pers wajib jelang Assen.

Diakui oleh Rossi, kendati tim sudah punya data settingan dasar untuk Assen, datang setiap tahun ke Assen dengan ban yang berbeda, setelan motor juga pasti berbeda. Makanya, “Kita harus kuat dimulai dari awal dan mengertai akan potensi,” tegas Doctor yang kini menduduki peringkat ketiga sementara. Ia tertinggal 22 angka sama Marc Marquez yang sudah mengantongi 125 dan 12 angka sama rekan setim Jorge Lorenzo (122).

Beda lainnya dari balapan Assen kali kini berlangsungnya minggu. Ini sangat disadari oleh Rossi yang nuasanya pasti lebih meriah dibanding balapan Sabtu. Minggu para pendukungnya akan lebih banyak melepaskan asap kuning dari tribun. Kecuali cuaca, ia tak bisa menebak. “Bayangkan, dalam satu hari pernah empat kali berubah. Dan dalam praktiknya, Anda harus siap dalam segala kondisi cuaca,” kenang Rossi yang memang dalam penampilannya sejak masuk Eropa boleh dikata motornya jalan, Rossinya tangguh.

Selain setelan mesin dan suspensi yang pas, Rossi menyebutkan kalau ban Michelin punya tingkat grip yang pas menerima dan mengirim tenaga ke aspal. Tipikal trek Assen yang cepat,  biasanya ban belakang cepat aus. “Jadi, kami berharap tunggangan kami dalam kondisi yang baik agar kerja ban juga bagus,” harap Rossi.

Ketika ditanya soal revisi kecil pada “chicane”, pembalap yang sudah menunggang tiga merek ini melihat sebagai hal yang positif dan merupakan perebaikan demi keamanan. “Dengan lebih banyak tarmac (aspal) untuk tujuan keselamatan, saya pikir lebih baik. Trus, pada batas lintasan ada kerb di bagian dalam, saya rasa Anda harus mencoba untuk tetap berada pada batas itu,” tutup Rossi pada kerb atau batas luar dan dalam racing line sirkuit, itu loh yang dicat warna-warni yang coraknya sesuai bendera negara sirkuit berada. Rezki 

BACA JUGA 

MotoGP Assen 2016 Jumpa Pers: Rossi Yakin Sepenuhnya, Marquez Lebih Dari Tes, Lorenzo Pada Nasib

MotoGP 2016 Jelang Assen: Valentino Rossi Punya Tiga Peluru untuk Menang di Assen. Ini Dia 

MotoGP 2016 Jelang Assen : Penampilan Rossi dan Marquez di Assen akan Diawasi 

MotoGP Assen 2016 Jelang: Rossi Masih Seperti Remaja Menjinakan Mesin M1 

MotoGP Belanda 2016 Jelang: Sirkuit Assen Yang Goyang Terus, Karakter Rossi Menantang Marquez 

Maaf MotoGP Indonesia Tidak Jadi 2017, Tapi 2018 Kalau ….!

BAGIKAN