nhk

MotoGP Assen 2016 Jelang Race: Beda Rasa Sasis Baru Rossi Dan Lorenzo, Rossi Langsung Ganti

 

ManiakMotor – Sasis penentu karakter yang harus kompak dengan mesin. Mesin dan sasis saling bawa, tarik dan dorong. Dalam masalah itu, sasis baru pada M1 Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo, tidak saling dukung di sirkuit Assen, Belanda, terutama pada sesi hari pertama Jumat 24 Juni 2016.  

Memang dua pembalap jagoan garputala itu menanggapi berbeda. Rossi dalam sesi pembuka GP Belanda dan didukung perjalanan FP1 dan FP2, memang seharusnya bertindak. Belakangan dalam rilis ternyata riskan digunakan untuk sesi selanjutnya oleh The Doctor. “Feeling pada gerakan roda depan kurang dapat. Disimpulkan menggunakan sasis lama,” kata Rossi yang memutuskan semalam bersama timnya,sebelum bobo.

Sedang Lorenzo masih berusaha akan melanjutkan pengaturan sasisnya lewat suspensi dan engine mapping pada sesi lanjutan Sabtu 25 Juni 2016. Kendati di sepanjang FP1 dan FP2 juga kelihatannya lebih sulit dari Rossi. “Di Assen memang saya selalu kesulitan terutama di sektor 4. Juga pada chicane, bukan semata masalah sasis. Ada sih pengaruh sasis, karena  berbeda saat tes di Catalunya dan saat dicoba di Assen. Tapi, saya masih akan berusaha di sesi selanjutnya,” timpal Lorenzo yang memang di Assen walau berkarakter cepat tapi kudu lincah membolak-balik motor, jurus yang bertentangan dengan kebiasaan Lorenzo?  

Rossi coba main-main dengan sasis baru di FP1 nggak bisa berkutik dari 18 lap yang ia gunakan. Sedang di FP2 dari 20 lap, Vale yang bukan pale,  hanya sekali mencetak terbaik atau di lap ke-18 dari 20 lap yang ia gunakan untuk latihan bebas kedua. Di lap 18 tersebut, Rossi mencetak 1’33.595. Catatan yang lain hanya bermain 1:34 koma besar ke atas dan bahkan banyak yang 1:35.

Itu sasis nggak konsisten. Daan saat mencetak waktu tercepat itu, yakinlah pakai taktik memaksakan racing line, itu pun pakan kompon lunak. Ya lebih amannya kembali ke sasis lama. “Pada sasis lama saya lebih merasa nyaman, terutama perasaan untuk mengendalikan roda depan. Stabilitasnya lebih oke saat belok,” kata Rossi yang sama artinya harus membangun ulang set-up di FP3 yang sebentar lagi berlangsung, lantaran setelan yang diharapkan pada sasis baru tidak terjadi.

Itu tadi, dorongan, tarikan pada sasis yang membawa mesin belum jadi kesatuan pada jiwa ngebut Rossi. “Saya menyokong keputusan dari Valentino dan Jorge. Semua perkembangan teknis pada akhirnya berpulang pada keputusan pembalap. Mereka yang lebih paham soal  cocok tidaknya,” kata Direktur Tim Movistar  Yamaha, Massimo Meregalli. 

Okelah kalau begitu. Andro

BACA JUGA

Klasemen MotoGP 2016, Moto2 2016, Moto3 2016

Hasil MotoGP Assen, Belanda, Moto2, Moto3 Semua Sesi 24 – 26 Juni 2016

MotoGP Assen 2016 Jelang FP3/FP4/Q2: Rossi Tolak, Lorenzo Kesulitan di T4 dan Chicane

 

MotoGP 2016 Assen (Jelang FP3/Q2): Setelah Balapan, Rossi Dikeroyok Marquez dan Lorenzo

MotoGP Assen 2016 Jelang FP3/FP4/Q2: Waduh Rossi Tolak Pakai Sasis Baru, Padahal Cepat

BAGIKAN