nhk

MotoGP Assen 2016 Jelang: Rossi Masih Seperti Remaja Menjinakan Mesin M1

ManiakMotor – Makin besar kapasitas kian butuh skill ngebut. Makanya MotoGP paling menarik di muka bumi ini, lantaran pembalapnya membawa mesin yang besar. Bukan sekadar besar, tapi mesin racing yang tenaganya berlipat-lipat dari standar. Bahkan menyentuh 18.000 rpm yang membuatnya liar, sebenarnya. Toh semakin liar makin dituntut kemampuan joki untuk menjinakannya

Tenaganya saja menyentuh 250 dk begitu disusupi teknologi komponen dan porting racing cetakan. Tapi teknologi pula yang membuat mesin MotoGP boleh ditaklukan pembalapnya. Misal kontrol traksi yang saat ini menggunakan elektronik seragam yang katanya lebih mundur, tetap saja canggih. Ada pula teknologi rangka yang hitungannya sangat geometri. Lalu teknologi suspensi yang mampu meredam guncangan tenaga besar. Juga ban yang tapaknya hanya selebar kartu remi namun bisa bersenyawa dengan lintasan menyalurkan 250 dk tadi. Dan teknologi-teknologi lainnya macam telemetri yang bikin presisi set-upnya.

Trus…  mau ngomong apa kamu? Ya sebenarnya hanya mau bicara sosok Valentino Rossi. Semakin tua malah semakin jadi. Dia masih mampu memainkan otot mesin motor MotoGP seperti di atas. Tenaga motornya masih kepegang sama dia dan diatur sesuai seleranya.

“Padahal atlet balap motor sama dengan atlet cabang olah raga lainnya. Umur seperti Valentino sudah termasuk tua. Tapi faktanya dia masih sanggup membalap di MotoGP. Bahkan buktinya boleh mengatasi umur yang jauh di bawahnya,” sebut Mic Doohan yang geleng-geleng kepala pada usia Rossi, lantaran dia sendiri menyerah di umur 34 tahun. Doohan masih berjuang ingin juara di umur segitu. Akibatnya fatal, jatuh bangun sampai kakinya patah-patah dan untuk bisa berjalan, harus dipasangi baut dan mur di mana-mana.

Kata Doohan, di saat masih muda, reaksi dan gerakan  anatomi manusia masih sangat kaya. Tapi gerakan ini akan menjadi berkurang seiring umur. Macam dirasakan Doohan. “Tapi Valentino saya rasa dengan penampilannya seperti 7 seri lalu, masih akan sanggup untuk juara ke-10 kali. Salud saya,” komentar Doohan yang diminta pendapatnya jelang balapan di Assen, Belanda pada 26 Juni ini dan Rossi menjadi unggulan di sana.

Intinya, Rossi dalam pandangan umum yang seharusnya sudah berkurang ketangkasannya, tapi dia masih seperti remaja. Padahal, cerita para pembalap MotoGP pakai elektronik seragam tahun ini, tenaga motor butuh kontrol yang banyak dari pembalapnya. Nggak seenak elektronik sebelumnya. Maksudnya, body work dan feeling joki yang banyak membantu agar motor tetap tenang. Makin menguras fisik dan otak. “Sekali lagi, Rossi masih sanggup untuk itu,” tutup Doohan yang berharap akan muncul joki-joki Asia, Amerika dan Australia untuk menggantikan Rossi, sebab saat ini pembalap lebih banyak dari daratan Eropa.

Mantaplah. Ito

BACA JUGA

Klasemen MotoGP 2016, Moto2 2016, Moto3 2016

MotoGP Assen 2016 Jelang: Rossi Bikin Geger Di WSBK Misano, Naik Motor Harian Ke Sirkuit

MotoGP Assen 2016 Jelang: Suzuki ‘Pintar’ Membidik Bakat, Tuh Rins Dipilih 2017 – 2018

MotoGP Belanda 2016 Jelang: Sirkuit Assen Yang Goyang Terus, Karakter Rossi Menantang Marquez

Maaf MotoGP Indonesia Tidak Jadi 2017, Tapi 2018 Kalau ….!

MotoGP 2016 Jelang Assen: Unggul 22 Poin, Marquez Tetap ‘Takut’ Pada Rossi

BAGIKAN